Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penemuan Mayat

Penemuan Mayat di Welahan Jepara, Jasad Seorang Pria di Parit

Warga Desa Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/ist (Dok Relawan).
PROSES EVAKUASI - Suasana warga dibantu apara kepolisian dan tentara melakukan evakuasi penemuan sesosok mayat laki-laki di parit sungai setempat pada Minggu (26/10/2025) pagi.  

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Warga Desa Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di parit sungai setempat pada Minggu (26/10/2025) pagi. 

Korban diketahui bernama Sabar bin Kimin (85), warga Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Faizal Wildan Umar Rela membenarkan peristiwa tersebut. 

Menurutnya, jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang pelajar bernama Rizki Aditya (15), warga Desa Kalipucang Wetan, sekitar pukul 10.00 WIB.

Baca juga: HAMIL Duluan, 99 Anak di Jepara Ajukan Dispensasi Nikah

Baca juga: 217 Anak Stunting dan Gizi Buruk di Brangsong Kendal Terima Bantuan Pangan

“Saksi yang sedang mencari ikan di parit Sungai Dontang melihat ada tubuh manusia dalam posisi telungkup di air. Ia langsung melaporkan temuannya kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Welahan,” kata Kasatreskrim kepada Tribunjateng, Minggu (26/10/2025).

Ia menjelaskan setelah menerima laporan, petugas Polsek Welahan bersama tim medis dari Puskesmas Welahan 2 segera mendatangi lokasi kejadian. 

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Dari hasil pemeriksaan Puskemas Welahan 2, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Hanya terdapat luka di bawah mata kanan dan bagian leher, yang diduga akibat tertancap kayu di sungai.

“Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya unsur penganiayaan. Luka yang ada kemungkinan karena terkena benda di sungai saat korban jatuh,” ujarnya.

Menurut keterangan keluarga, korban diketahui sudah lanjut usia dan mengalami pikun. 

Ia sering berjalan sendirian berkeliling desa tanpa pengawasan.

Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Polisi memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam peristiwa ini. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di desa asalnya.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, peristiwa ini murni kecelakaan,” tutup Iptu Sucipto. (Ito)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved