Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan di Pati

"Dua Hari Dua Malam Belum Istirahat" Pengakuan Supir Truk Tronton Kecelakaan di Pati

Kronologi kecelakaan truk tronton terjun ke sungai di Jalur Pantura Pati - Rembang terungkap.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Kompas.com/(KOMPAS.com/ Kafi)
TERJUN KE SUNGAI - Truk bermuatan pupuk urea mengalami kecelakaan tunggal dan terjun ke sungai di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Sabtu (13/12/2025) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB 

TRIBUNJATENG.COM – Kronologi kecelakaan truk tronton terjun ke sungai di Jalur Pantura Pati - Rembang terungkap.

Polisi menyebut sopir didugan merem sebentar alias ngantuk atau micro sleep saat kecelakaan terjadi.

Kecelakaan itu tepatnya terjadi di Jembatan Kaliombo, Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, pada Sabtu (13/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Baca juga: Tawuran di Sukolilo Pati, Pelaku Saling Lempar Batu dan Beling

Baca juga: BREAKING NEWS: Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pupuk Terjun ke Sungai di Pantura Pati

NYEMPLUNG KALI - Sebuah truk trailer bernomor polisi H 8237 OH terjun dari jembatan dan tercebur ke Sungai Kaliombo, Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, yang berada di tepi Jalan Pantura, Sabtu dini hari (13/12/2025).
NYEMPLUNG KALI - Sebuah truk trailer bernomor polisi H 8237 OH terjun dari jembatan dan tercebur ke Sungai Kaliombo, Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, yang berada di tepi Jalan Pantura, Sabtu dini hari (13/12/2025). (TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal)

Truk tronton bernomor polisi H 8237 OH yang membawa muatan berat pupuk urea Pusri dari Palembang, hilang kendali, menabrak pembatas jembatan hingga jebol, dan terjun ke dalam Sungai Kaliombo.

Sopir truk, Supriyanto (36), warga Rembang, selamat dalam insiden tersebut.

Ia mengaku kondisi kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Palembang ke Lasem, Rembang, tanpa istirahat selama dua hari dua malam.

"Saya dari arah barat mau ke Lasem. Jalan sepi, hujan, saya ngantuk. Sudah dua hari dua malam belum istirahat, jadi baru sadar setelah truk jatuh ke sungai,” kata Supriyanto.

Kondisi truk pasca-kecelakaan sangat parah, bagian kepala dan badan truk ringsek di dalam sungai.

Seluruh muatan pupuk urea tumpah dan tercecer ke dasar sungai.

Menurut Kapolsek Batangan, Iptu M Setiawan, posisi truk yang melintang di Sungai Kaliombo menjadi perhatian serius.

"Sungai tersebut merupakan satu aliran dengan Sungai Gandam. Jika tidak segera dievakuasi, bangkai truk dikhawatirkan akan menghambat aliran air, berpotensi menyebabkan banjir di Desa Ketitangwetan dan ruas Jalan Pantura, terutama jika debit air Sungai Gandam sedang tinggi," jelasnya.

Selain itu, tumpahan pupuk urea yang merupakan bahan kimia menimbulkan kekhawatiran terkait dampak lingkungan terhadap ekosistem sungai.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sopir berhasil menyelamatkan diri.

Saat ini, kecelakaan tersebut ditangani oleh Unit Laka Lantas Polresta Pati dengan bantuan personel Polsek Batangan.

Upaya evakuasi truk segera dilakukan untuk mencegah hambatan aliran sungai. Proses evakuasi dan pengamanan lokasi sempat menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di jalur Pantura Pati–Rembang, membuat kendaraan melaju padat merayap. (*)

Sumber: kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved