Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kab Tegal

Puluhan Murid TK di Kab Tegal Kunjungi Umah Tabebuya Belajar Mengolah Sampah

86 murid TK IT Luqmanul Hakim di Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melakukan “wisata edukasi” cinta lingkungan

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sebanyak 86 murid TK IT Luqmanul Hakim Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melakukan “wisata edukasi” belajar mengolah sampah, berkebun, dan peternakan di Homestay Umah Tabebuya, Senin 9 Februari 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Sebanyak 86 murid Taman Kanak-kanak (TK) Islam Terpadu (IT) Luqmanul Hakim di Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melakukan “wisata edukasi” belajar mengolah sampah, berkebun, dan peternakan.

Puluhan murid ini antusias sekali saat praktik langsung di lokasi.

Senin, 9 Februari 2026, puluhan murid TK datang berbondong-bondong ke lokasi di Homestay Umah Tabebuya, di jalur Pantura Desa Sidoharjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Saking banyaknya peserta, siswa harus datang bergelombang.

Di lokasi yang persis berada di sisi utara jalur Pantura ini, para siswa mengikuti sesi kunjungan dan praktik langsung dengan dipandu oleh pembimbing dari homestay. 

“Anak-anak mendapat eduaksi yang sangat bagus tentang bagaimana menanam tanaman dan juga berkebun di lahan terbatas. Anak-anak juga belajar peternakan yang efisien, aman, dan higienis yang bisa dipraktikkan di rumah masing-masing,” terang Kepala Sekolah TK IT Luqmanul Hakim Siti Azizah, di lokasi.

Para siswa TK oleh pemandu diberi pelajaran pengolahan limbah organik rumah tangga.

Jika selama ini sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran atau makanan dianggap sebagai sampah, di sini mereka diajari bahwa sampah organik tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ayam.

Begitu pula dengan sampah organik di sekitar rumah seperti dedaunan ataupun ranting kayu bahkan rumput liar, dapat dikumpulkan menjadi kompos.

Setelah kompos terurai selama beberapa bulan dapat dimanfaatkan menjadi media tanam.

“Anak-anak di sini sangat termotivasi dan teredukasi sekali karena anak-anak juga mengenal macam dan ragam tanaman, tumbuhan tropis dan juga buah-buahan yang bisa dilihat secara langsung dan bisa langsung memanennya,” jelas Siti Azizah.

Kegiatan dimulai dengan “garden tour” alias keliling kebun dan pengenalan aneka tanaman, sayur, bunga, dan buah.

Di homestay ragam sayuran tumbuh dengan subur seperti kembang kol, kale, kangkung, cesim, daun bawang, terong, cabe, tomat, dan selada air. 

Di sini juga tumbuh subur tanaman yang masih cukup langka seperti anggur brazil, pisang brazil, dan sawo mamey sapote. 

Saat melihat kandang ayam, para siswa diajak memberi pakan langsung hingga panen telur organik.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved