Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan di Tol Tegal

Pemudik Sekeluarga Asal Bekasi Meninggal Tabrak Bus di Tol Tegal, Anak Bungsu Kritis

Empat orang dalam satu keluarga pemudik asal Bekasi meninggal setelah mobil mereka menabrak bus di ruas Tol Pejagan-Pemalang tepatnya di KM 290+700

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/Indra Dwi Purnomo
KECELAKAAN TOL - Kondisi mobil calya Toyota Calya bernomor polisi B 2399 FFR yang mengalami kecelakaan di Tol Tegal KM 290, Kamis (19/3/2026). Dalam kejadian ini, 4 orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang dalam perawatan medis 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Perjalanan mudik yang seharusnya penuh kegembiraan berubah menjadi tragedi.

Empat orang dalam satu keluarga pemudik asal Bekasi meninggal setelah mobil mereka menabrak bus di ruas Tol Pejagan-Pemalang tepatnya di KM 290+700, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Kamis (19/3/2026).

Kecelakaan maut tersebut melibatkan Calya bernomor polisi B 2399 FFR dan bus Agra Mas bernomor polisi T 7266 DA.

Insiden terjadi sekitar pukul 05.33 WIB saat arus lalu lintas di jalur tol relatif lengang.

Ada empat korban meninggal dunia, masing-masing Gunawan (42), Devi Agustina (33), Nafisah Maisaroh (11), dan Narendra Dewan Gaozan (8).

Satu korban selamat adalah Murel Arshaka Sachid (3), kini masih menjalani perawatan intensif.

Humas Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang, Indra Setiawan, menyampaikan pihaknya menerima total lima korban sekitar pukul 07.35 WIB.

"Tiga korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba dari lokasi kejadian. Satu korban meninggal di IGD setelah sempat menjalani penanganan. Satu korban anak masih dalam kondisi kritis," jelasnya kepada Tirbunjateng.com.

Indra mengungkapkan, semua korban rata-rata mengalami cedera kepala berat.

Korban adalah satu keluarga yang hendak mudik ke Petarukan, Pemalang.

Ayah, ibu, dan dua anak meninggal sedangkan si bungsu selamat.

Kasatlantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri, mengungkapkan dugaan sementara kecelakaan disebabkan pengemudi mobil dalam kondisi mengantuk.

Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda pengereman di lokasi kejadian.

"Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan jejak pengereman. Kendaraan juga tidak terlihat melambat sebelum menabrak. Dugaan sementara pengemudi mengantuk, namun masih kami dalami," ungkapnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. (Dro)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved