Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Kuwat Nurrohman dari FUAH UIN Saizu: Menembus Batas, Mengubah Keterbatasan Jadi Kekuatan

Kuwat Nurrohman dari FUAH UIN Saizu: Menembus Batas, Mengubah Keterbatasan Jadi Kekuatan

Tayang:
Editor: Editor Bisnis
Ist
Kuwat Nurrohman dari FUAH UIN Saizu: Menembus Batas, Mengubah Keterbatasan Jadi Kekuatan 

 

TRIBUNJATENG.COM - Di balik senyum ramah dan langkah yang penuh semangat, tersimpan kisah inspiratif dari seorang mahasiswa bernama Kuwat Nurrohman.

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto ini bukan hanya pejuang ilmu, tetapi juga pejuang kehidupan.

Meski hidup dengan keterbataan, Kuwat berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Ia terus menembus batas yang sering dianggap penghalang, dan justru menjadikannya sumber kekuatan.

Kuwat baru saja mencatatkan prestasi, lolos sebagai finalis Lomba Penulisan Opini Berdampak bertema “Peduli Arsip” yang digelar Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dalam rangka Dies Natalis ke-62.

Namun, bukan kali ini saja ia menorehkan prestasi. Sebelumnya, ia pernah meraih Juara II Lomba Poster Kompetisi Ilmiah Nasional Mahasiswa Ushuluddin (KINMU) 2025, bukti nyata bahwa kerja keras, keberanian, dan ketekunan bisa menembus segala batas.

“Setiap keterbatasan selalu membawa peluang untuk membuktikan diri,” ujar Kuwat. Dalam Lomba Penulisan Opini Berdampak bertema “Peduli Arsip" Kuwat ingin menyampaikan pesan bahwa inklusi bukan sekadar slogan. Ia membuktikan mahasiswa disabilitas mampu berdiri sejajar, bahkan bersaing sehat dengan mahasiswa lain di panggung akademik nasional.

“Kesempatan ini adalah amanah besar. Saya ingin membawa nama baik UIN Saizu dan menunjukkan bahwa saya bisa. Dari sini saya belajar untuk lebih kuat dan lebih tekun,” ungkapnya penuh syukur.

Di balik perjuangannya, ada dukungan hangat dari sivitas akademika UIN Saizu, terutama teman-teman FUAH. Mereka bukan hanya teman seperjuangan, tetapi juga keluarga yang selalu memberi semangat.

Bagi mereka, Kuwat bukan sekadar teman, melainkan inspirasi hidup. Sosok yang mengajarkan bahwa semangat dan optimisme bisa mengalahkan rasa putus asa.

Dalam persiapan menuju final, Kuwat berusaha memperkuat gagasannya tentang pentingnya arsip. Ia berharap opininya tidak hanya dinilai dalam kompetisi, tetapi juga menjadi ajakan moral untuk menjaga literasi dan dokumentasi bangsa.

Tanggal 25 September 2025, ia akan berdiri di hadapan dewan juri di Gedung Arsip UNSOED. Bagi Kuwat, momen itu bukan hanya tentang lomba, melainkan tentang keberanian untuk tampil percaya diri, mewakili suara mahasiswa disabilitas di kancah nasional.

Kisah Kuwat Nurrohman adalah cermin bagi siapa saja: bahwa hidup bukan tentang keterbatasan, melainkan tentang bagaimana kita menyikapinya. Ia menunjukkan bahwa setiap orang punya peluang untuk bersinar, asalkan mau berusaha, belajar, dan tidak pernah berhenti mencoba.

Kuwat telah menuliskan babak penting dalam perjalanan hidupnya. Dan kisahnya akan terus menjadi bahan bakar semangat, bukan hanya bagi mahasiswa disabilitas, tetapi bagi siapa saja yang sedang berjuang meraih mimpi.

UIN Saizu Maju, UIN Saizu Unggul!!!

#uinsaizu #uinsaizupurwokerto #uinsaizumaju #uinsaizuunggul #inspirasi #mahasiswaberprestasi #disabilitas

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved