UIN SAIZU Purwokerto
Pesona Tari Kidung Lelana Mahasiswa PGMI UIN Saizu di SEIBA 2025
Keheningan yang Menyentuh: Tari Kidung Lelana Mahasiswa PGMI UIN Saizu Hipnotis Panggung Internasional
TRIBUNJATENG.COM- Rabu, 1 Oktober 2025 pukul 15.15 WIB bukan sekadar angka dalam kalender. Detik itu menjadi momen berharga bagi lima Mahasiswa Program Studi PGMI FTIK UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Mereka adalah Mirlanda Rahmadhani, Melanny Dwi Hardiyanti, Uti Rahayu, Chinta Khairunnisa, dan Naflah Vivin Nuraeni. Detik itu adalah tarikan napas panjang sebelum mereka menjejakkan kaki di panggung besar 3rd SEIBA International Festival 2025.
Dengan langkah teratur, jantung yang berdegup kencang, dan harapan yang menggantung di langit-langit doa, mereka mempersembahkan sebuah karya tari berjudul Kidung Lelana, di Aula Gedung J Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat.
Kidung Lelana bukan sekadar tarian. Ia adalah kisah yang dituturkan lewat gerak, lirih namun membekas. Selendang yang mereka bawa di awal tampil sebagai simbol kehidupan: indah, penuh harapan, berkilau seperti masa muda yang cerah.
Namun, takdir cerita berubah selendang itu menjelma belenggu. Ia menjadi simbol angkara, tekanan, dan luka batin seorang korban bullying.
Setiap gerakan tangan, setiap tarikan napas yang teratur, dan setiap ekspresi wajah para penari menyampaikan rasa sakit itu: keterpurukan, keterhimpitan, dan kehilangan harapan.
Namun, sebagaimana kehidupan yang tak pernah mati dalam luka, tarian itu pun menghadirkan titik balik. Gerak mereka menumbuhkan semangat perlawanan, keberanian untuk bangkit, dan tekad untuk tidak lagi tunduk pada penderitaan.
Ketika kelima penari bergerak serentak, aula mendadak hening. Tak ada suara lain selain kidung yang mengiringi langkah mereka. Warna merah pada kostum, berpadu putih yang bersih, seakan menegaskan kontras antara luka dan harapan, antara perlawanan dan keikhlasan.
Latihan panjang yang mereka jalani diselipkan di antara jam kuliah, malam-malam yang terjaga, dan tubuh yang lelah terbayar tuntas. Penampilan mereka begitu rapi, penuh jiwa, hingga seisi auditorium larut tanpa sadar.
Puncak tarian menjadi momen tak terlupakan: satu penari melangkah maju, menghampiri meja dewan juri. Dengan tenang, ia mengalungkan selendang hitam sebagai tanda hormat dan terima kasih.
Saat itulah, sorak sorai pecah, meruntuhkan keheningan yang sejak tadi membungkus ruangan. Usai penampilan, rasa haru tak bisa disembunyikan. Bukan hanya dari penonton, tapi juga dari Keluarga Besar UIN Saizu Purwokerto yang mendampingi.
Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sunhaji dengan penuh harapan berbisik. “Semoga Kidung Lelana ini berbuah manis, menjadi persembahan terbaik, dan mengangkat nama kita di panggung dunia.”
Senada, Prof. Hizbul Muflihin yang mendampingi delegasi mengakui, penampilan ini lebih dari sekadar kompetisi. Ia adalah pesan tentang luka yang bisa disembuhkan, tentang perlawanan yang harus dinyatakan, dan tentang harapan yang tidak boleh padam.
Apakah mereka keluar sebagai juara atau tidak, bagi Mirlanda, Melanny, Uti, Chinta, dan Naflah, hari itu sudah lebih dari kemenangan. Mereka telah menari bukan hanya dengan tubuh, tapi juga dengan hati.
Mereka telah membawa Purwokerto ke panggung dunia, menyampaikan pesan universal bahwa dari luka selalu lahir kekuatan, dan dari keheningan lahirlah suara yang menggema.
Kidung Lelana pun bukan sekadar sajian tari. Ia adalah kidung kehidupan tentang luka, tentang perlawanan, dan tentang cahaya harapan yang tak pernah padam.
| SABUDAYA Resmi Dibentuk, Kebangkitan Sastra dan Budaya Mahasiswa UIN Saizu Dimulai |
|
|---|
| Kembangkan Aplikasi Spiritual Care, Aris Fitriyani Menjadi Doktor Ke-87 Pascasarjana UIN Saizu |
|
|---|
| Menteri Agama Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Aman bagi Anak, Kekerasan Tak Boleh Ditoleransi |
|
|---|
| Hadirkan Dewan Pengawas BLU, UIN Saizu Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Optimalisasi Layanan Kampus |
|
|---|
| Prof Ridwan: UIN Saizu Tidak Bisa Lepas dari Peran Media |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251003_uinsaizu_tari_uinsaizu.jpg)