UIN Walisongo Semarang
Ngaji Budaya UIN Walisongo: Haflah Maulid Rasul Hadirkan Letto & Kiai Kanjeng
UIN Walisongo Semarang kembali meneguhkan perannya sebagai pusat kajian budaya Islam dengan menggelar Ngaji Budaya.
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
"Seni menjadi instrumen yang membuat nilai-nilai agama lebih mudah diterima dan tidak terasa kering,” katanya.
Zayadi juga mengingatkan bahwa Ngaji Budaya merupakan bentuk aktualisasi tradisi dakwah Walisongo, yang memanfaatkan seni dan budaya sebagai media penyebaran Islam yang damai dan kontekstual.
Baca juga: Mahasiswi UIN Walisongo Raih Penghargaan dalam Ajang Nusantara Academic Writing Award 2025
Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, turut mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.
“Kalau generasi muda tidak diperkenalkan pada budaya, mereka bisa kehilangan akar budayanya. Bisa terjadi loss budaya,” ujarnya.
Penampilan band Letto dengan lirik-lirik kontemplatifnya berpadu dengan alunan Gamelan Kiai Kanjeng menghadirkan suasana religius sekaligus reflektif.
Kombinasi ini seakan menegaskan bahwa Islam dapat disyiarkan melalui medium budaya yang indah dan damai.
Ngaji Budaya edisi Maulid ini bukan hanya selebrasi, melainkan juga sarana refleksi.
Ia menjadi ruang pertemuan antara pesan-pesan keagamaan, nilai budaya lokal, dan semangat kebangsaan yang inklusif.
UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang mempertemukan akademisi, budayawan, dan masyarakat dalam satu panggung dialog.
Melalui kegiatan seperti Ngaji Budaya, UIN Walisongo Semarang tidak hanya merawat tradisi selawat, tetapi juga menyemai semangat Islam yang penuh cinta kasih, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. (Laili S/***)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251003_UIN-Walisongo_Ngaji-Budaya-FISIP.jpg)