Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Ngaji Budaya UIN Walisongo: Haflah Maulid Rasul Hadirkan Letto & Kiai Kanjeng

UIN Walisongo Semarang kembali meneguhkan perannya sebagai pusat kajian budaya Islam dengan menggelar Ngaji Budaya.

Tayang:
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
NGAJI BUDAYA: Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kembali meneguhkan perannya sebagai pusat kajian budaya Islam dengan menggelar Ngaji Budaya: Haflah Maulid Rasul di Auditorium Kampus 3 (2/10/2025). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI dan UIN Walisongo Semarang, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan 1 dekade Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). (Dok UIN Walisongo) 

"Seni menjadi instrumen yang membuat nilai-nilai agama lebih mudah diterima dan tidak terasa kering,” katanya.

Zayadi juga mengingatkan bahwa Ngaji Budaya merupakan bentuk aktualisasi tradisi dakwah Walisongo, yang memanfaatkan seni dan budaya sebagai media penyebaran Islam yang damai dan kontekstual.

Baca juga: Mahasiswi UIN Walisongo Raih Penghargaan dalam Ajang Nusantara Academic Writing Award 2025

Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, turut mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.

“Kalau generasi muda tidak diperkenalkan pada budaya, mereka bisa kehilangan akar budayanya. Bisa terjadi loss budaya,” ujarnya.

Penampilan band Letto dengan lirik-lirik kontemplatifnya berpadu dengan alunan Gamelan Kiai Kanjeng menghadirkan suasana religius sekaligus reflektif.

Kombinasi ini seakan menegaskan bahwa Islam dapat disyiarkan melalui medium budaya yang indah dan damai.

Ngaji Budaya edisi Maulid ini bukan hanya selebrasi, melainkan juga sarana refleksi.

Ia menjadi ruang pertemuan antara pesan-pesan keagamaan, nilai budaya lokal, dan semangat kebangsaan yang inklusif.

UIN Walisongo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang mempertemukan akademisi, budayawan, dan masyarakat dalam satu panggung dialog.

Melalui kegiatan seperti Ngaji Budaya, UIN Walisongo Semarang tidak hanya merawat tradisi selawat, tetapi juga menyemai semangat Islam yang penuh cinta kasih, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. (Laili S/***)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved