Rektor Undip Prof. Suharnomo: Pemimpin Visioner yang Menyatukan Ilmu, Budaya, dan Peradaban
Di usia ke-68, Undip di bawah Rektor Prof. Suharnomo meneguhkan diri sebagai kampus unggul, berkarakter, dan berbudaya dunia.
Penulis: Catur waskito Edy | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Memasuki usia ke-68, Universitas Diponegoro (Undip) terus meneguhkan langkahnya menuju World Class University (WCU).
Di bawah kepemimpinan Rektor Prof Suharnomo, Undip tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik dan riset, tetapi juga memperkuat akar kebudayaan sebagai fondasi peradaban kampus.
Dengan tagline “Undip Bermartabat dan Undip Bermanfaat”, universitas ini berkomitmen menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, dan relevan bagi bangsa.
Prof. Suharnomo menegaskan bahwa kebudayaan adalah bagian integral dari visi universitas—bukan sekadar simbol, melainkan kekuatan sosial yang membentuk karakter civitas akademika. “Budaya menjadi pendorong perubahan dan pembeda institusi,” tegasnya.
Gagasan ini memperlihatkan cara pandang visioner yang menjadikan Undip bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga rumah bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebanggaan nasional.
Rektor Undip dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang humanis, komunikatif, dan kolaboratif. Sinergi antara fakultas, lembaga, dan civitas akademika menjadi kunci keberhasilan Undip dalam memperkuat reputasi internasional sekaligus menjaga nilai lokal.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip, Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., menilai kepemimpinan rektor saat ini membawa semangat baru yang menyeimbangkan sains dan humaniora.
“Beliau tidak hanya membangun Undip dari sisi infrastruktur dan akademik, tetapi juga dari sisi nilai dan makna,” ujarnya. Inilah yang menjadikan Undip bukan sekadar unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan berbudaya.
Kebudayaan Sebagai Napas Kampus
Kebijakan Rektor Undip menempatkan kebudayaan dan nilai kemanusiaan sebagai inti kehidupan kampus. FIB Undip mendapat dukungan penuh untuk menjadi jantung kebudayaan universitas, melalui kegiatan seni, sastra, dan riset budaya.
“Universitas tidak hanya melahirkan sarjana yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berakar pada jati diri bangsa,” ujar Prof. Alamsyah.
Dalam berbagai kegiatan, mulai dari pameran seni, orasi budaya, hingga pertunjukan ketoprak, rektor bahkan ikut terlibat langsung, menegaskan bahwa ilmu dan budaya adalah dua sayap kemajuan Undip.
Dalam orasi budayanya pada Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Budaya Undip 2025, Prof. Suharnomo menegaskan bahwa “Budaya adalah driving civilization suatu bangsa.” Menurutnya, kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, melainkan kekuatan aktif yang membentuk identitas dan peradaban modern.
Dengan visi tersebut, Undip diarahkan menjadi universitas yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan modern dengan akar budaya bangsa. Setiap mahasiswa diharapkan lulus tidak hanya dengan kompetensi profesional, tetapi juga dengan jiwa kebudayaan dan kebanggaan terhadap identitas nasional.
“Undip ingin menjadi rumah budaya, bukan sekadar rumah pengetahuan,” tegas rektor. Prinsip ini menjadikan Undip berbeda dari universitas lain—modern dan berkelas dunia, namun tetap membumi dalam nilai-nilai lokal.
| Viral Rektor UNDIP Cosplay Diponegoro Malah Ditertawakan: “Saya Juga Gak Nyangka Ini Saya” |
|
|---|
| Pendidikan Hukum di Era Baru, Undip Tegaskan Komitmen Terhadap Keadilan |
|
|---|
| Agrimat & Jateng Cold Chain Expo 2025 di Undip, Dorong Inovasi Pertanian Modern |
|
|---|
| Undip & IDF Gelar Seminar Penelitian Strategi Harm Reduction Sebagai Alternatif Pengendali Tembakau |
|
|---|
| Video Prof Dr Suharnomo Resmi Dilantik Sebagai Rektor Undip Periode 2024-2029 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/16102025-rektor-undip.jpg)