Berita Pendidikan
Undip Canangkan Gerakan Zero Waste, Ubah Sampah anorganik Jadi BBM dan paving
Universitas Diponegoro (Undip) merayakan Dies Natalis ke-68 dengan sejumlah rangkaian kegiatan
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Diponegoro (Undip) merayakan Dies Natalis ke-68 dengan sejumlah rangkaian kegiatan.
Satu di antaranya yakni pencanangan Undip Zero Waste yang dipusatkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kampus Tembalang, Jumat (17/10/2025).
Acara tersebut turut dihadiri Rektor Undip Suharnomo, bersama wakil rektor dan para dekan fakultas Undip.
Baca juga: Dari Kampus ke Pesisir: Mahasiswa TRKP dan Vokasi UNDIP Tanam 1.000 Mangrove untuk Desa Timbulsloko
Salah satu yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah pengenalan alat pengolahan sampah anorganik seperti plastik dan styrofoam yang diubah menjadi bahan bakar dan paving dengan mesin pirolisis.
Bahan bakar hasil pengolahan itu memiliki kandungan maksimal kadar oktan mencapai 96 setelah melalui proses destilasi.
Adapun untuk sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, hingga untuk pakan ikan dan ayam.
Selain alat pengolah sampah, di lokasi TPST Undip juga terdapat kolam ikan, kandang ayam petelur, hingga budidaya maggot.
Kepala UPT Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) Undip, Bina Kurniawan, menjelaskan proses dan kapasitas alat pengolah sampah tersebut.
“Kita punya alat pirolisis untuk mengubah sampah anorganik berupa plastik menjadi Bahan bakar. Terus kita tambah destilasi agar oktannya meningkat. Ini sudah, tadi maksimal sudah diubahkan 96 oktannya,” ujarnya.
Ia mengatakan, proses pengolahan sampah hingga menjadi BBM relatif cepat.
“Hanya 2-3 jam. 2-3 jam sudah bisa menghasilkan tergantung panasnya. Kapasitasnya sehari bisa 750 kilo,” terangnya.
Untuk hasil produksinya, satu kali pengolahan bisa menghasilkan sekitar lima liter BBM.
“Yang dihasilkan satu set itu 5 liter. Ya, satu kali pengolahan saja. Tapi kan nanti bisa berkali-kali dalam sehari itu,” tambahnya.
Bina juga memaparkan komposisi sampah yang dikelola di TPST Undip yang tiap harinya bisa mencapai 1 ton.
“Satu ton itu kan total timbulan. Jadi yang 60 persennya itu organik, daun. Kan kita paling banyak daun. Terus 30 persen itu anorganik, plastik-plastik. Yang 10 persen baru residu. Residu sudah kita pilih lagi jadi makanan magot dan sebagainya. Satu saat 10 persen itu akan hilang. Tidak ada sampah. Kita olah semua,” jelasnya.
| Belajar Utang Negara Lewat Mading, Ratusan Siswa SMP Semarang Tuangkan Ide di Dinding |
|
|---|
| Selamat, Prof Akhmad Sodiq Terpilih Jadi Rektor Unsoed Purwokerto Periode 2026-2030 |
|
|---|
| Pemprov Jateng Umumkan SPMB SMKN Boarding dan Semi Boarding Dibuka, Ini Alur Pendaftarannya |
|
|---|
| UKSW dan Polda Jateng Dirikan Pusat Studi Kepolisian: Perkuat Penegakan Hukum |
|
|---|
| UKSW Gandeng Wanadri Perkuat Gerakan kepedulian Lingkungan Kampus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251018_UNDIP.jpg)