Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pendidikan

Undip Canangkan Gerakan Zero Waste, Ubah Sampah anorganik Jadi BBM dan paving

Universitas Diponegoro (Undip) merayakan Dies Natalis ke-68 dengan sejumlah rangkaian kegiatan

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Saputra
PENGOLAHAN LIMBAH: Undip kenalkan salah satu alat pengolah limbah sampah anorganik menjadi bahan bakar yang berlokasi di Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kampus Tembalang, Jumat (17/10/2025). 

Menurutnya, sistem pengelolaan tersebut menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

"Untuk daun-daun kami jadikan kompos. Terus sisa makanan organik juga jadi makanan magot. Terus makanan termasuk kandang ayam ini. Kotorannya kita campur dalam formulasi untuk makanan magot. Nanti maggotnya jadi makanan ayam. Jadi ekonomi sirkular, mutar terus begitu. Jadi sampahnya tidak ada. Suatu saat tidak ada sampah lagi. Kita manfaatkan semua, diolah,” katanya.

Rektor Undip Prof Suharnomo menegaskan bahwa gerakan Zero Waste merupakan wujud nyata kontribusi kampus dalam menindaklanjuti pesan Presiden Prabowo terkait darurat sampah di Indonesia.

“Pesan dari Pak Presiden Prabowo, yaitu darurat sampah yang ada di Indonesia, kita bisa ikut berperan serta. Memberikan contoh bahwa kita secara diri sendiri bisa mengelola kita sendiri dan keinginan dari Pak Menteri juga kita bisa menjangkau kanan-kiri lingkungan dari kampus sehingga ini bisa menjadi gerakan nasional," kata Rektor.

"Jadi Undip Zero Waste adalah gerakan untuk diri sendiri dan dampaknya bisa ke masyarakat sehingga darurat sampah yang ada di kita sedikit banyak bisa terurai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” jelasnya.

Suharnomo menyebut, dengan jumlah mahasiswa lebih dari 60 ribu orang, Undip setiap hari menghasilkan sekitar satu ton sampah. Namun sebagian besar sudah terpilah dan dikelola dengan baik.

“Kampus ini mahasiswanya 60 ribu lebih ya, sampahnya sehari 1 ton, sampah plastik dan tentu saja ada daun dan lain sebagainya. Tapi sudah dipilah, sampah plastiknya kita juga ada penanganan dengan perusahaan lain, CSR ya, yang memberikan kita mesin juga untuk pengumpulnya, pengumpul plastik kemudian nanti ditaruh di tempatnya prop Didi,” ujarnya.

Ia berharap sistem pengelolaan sampah terpadu ini menjadi model yang bisa diadopsi masyarakat luas.

 “Mudah-mudahan kita tidak ikut berkontribusi untuk sampah yang ada di TPA Jatibarang. Jadi kita sendiri bisa olah dan syukur-syukur dalam waktu dekat kanan-kiri bisa mendapatkan manfaat dari teknologi yang Undip,” katanya.

Menurutnya, inovasi ini menjadi salah satu unggulan dalam peringatan Dies Natalis ke-68 Undip.

“Kita unggulkan karena ini darurat sampah itu darurat nasional, Undip speak up, Undip bisa lho. Kemudian mudah-mudahan juga sekali lagi kita makin bermartabat secara keilmuan dari teman-teman dosen, tapi lagi bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa ini,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved