UIN SAIZU Purwokerto
Memperkokoh Tridharma, UIN Saizu Akselerasi Pusat Unggulan Iptek dan Perkuat Marwah Riset Nasional
UIN Saizu dan Bappenas perkuat kolaborasi riset, inovasi, dan pengembangan kampus berbasis Iptek.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat transformasi kelembagaan menuju pusat inovasi dan riset nasional.
Langkah strategis tersebut ditunjukkan melalui audiensi bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia di Jakarta pada Rabu, 14 Mei 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kampus yang dikenal memiliki tagline “Kampus Desa Mendunia” itu memaparkan visi besar integrasi Tridharma Perguruan Tinggi ke dalam ekosistem riset nasional yang kompetitif, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Audiensi tingkat tinggi itu dimediasi oleh Mubarok Institute melalui Chairman-nya, Fadhil As. Mubarok.
Kehadiran lembaga think tank tersebut dinilai menjadi jembatan strategis antara dunia akademik dan pemangku kebijakan nasional dalam memperkuat kedaulatan sains dan teknologi Indonesia.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan bahwa transformasi pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus mampu menjawab tantangan zaman secara konkret.
Menurutnya, keberadaan Fakultas Sains dan Teknologi di UIN Saizu menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa integrasi ilmu agama dan sains tidak berhenti pada tataran konsep.
“PTKIN harus mampu membuktikan bahwa integrasi ilmu agama dan sains bukan sekadar wacana teoritis,” ujar Pungkas Bahjuri Ali.
Dia menambahkan, ukuran keberhasilan perguruan tinggi masa depan tidak lagi hanya dilihat dari jumlah lulusan, tetapi dari kontribusi nyata hasil riset terhadap persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Eksistensi universitas diuji dari sejauh mana riset tersebut menjadi solusi bagi problematika sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Direktur Perguruan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Endang Sulastri, menilai UIN Saizu memiliki potensi besar untuk mencapai kemandirian finansial melalui inovasi berbasis kebutuhan pasar dan optimalisasi potensi daerah.
Dia menyoroti pengembangan ekonomi biru dan riset komoditas lokal sebagai peluang besar bagi perguruan tinggi dalam menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Ambisi UIN Saizu untuk mencapai kemandirian finansial harus sejalan dengan pengembangan inovasi yang berbasis kebutuhan pasar,” kata Endang Sulastri.
Salah satu contoh konkret yang disoroti ialah pengembangan tanaman Stevia sebagai pemanis alami. Inovasi tersebut dinilai mampu mendukung penguatan ekonomi rakyat sekaligus mendorong program kemandirian pangan nasional.
Wakil Rektor II UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sulkhan Chakim menegaskan bahwa kualitas riset menjadi fondasi utama marwah sebuah universitas.
| SABUDAYA Resmi Dibentuk, Kebangkitan Sastra dan Budaya Mahasiswa UIN Saizu Dimulai |
|
|---|
| Kembangkan Aplikasi Spiritual Care, Aris Fitriyani Menjadi Doktor Ke-87 Pascasarjana UIN Saizu |
|
|---|
| Menteri Agama Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Aman bagi Anak, Kekerasan Tak Boleh Ditoleransi |
|
|---|
| Hadirkan Dewan Pengawas BLU, UIN Saizu Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Optimalisasi Layanan Kampus |
|
|---|
| Prof Ridwan: UIN Saizu Tidak Bisa Lepas dari Peran Media |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260518_direktus_saizu.jpg)