Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Wisudawan Terbaik UIN Walisongo 2026: Zakia, Mahasiswi Ilmu Falak yang Padukan AI dan Rukyatulhilal

Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin pesat, seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Falak UIN

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Zakiatul ‘Ulya Kamal, akrab disapa Zakia, yang dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda Periode Mei 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Sabtu (23/5/2026), di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub. 

“Kalau jadwal akademik dan organisasi sama-sama padat, saya lebih memilih mengorbankan waktu istirahat daripada mengorbankan kualitas tugas,” ujarnya.

Menurut Zakia, anggapan bahwa organisasi menurunkan IPK lebih banyak disebabkan manajemen waktu yang belum tertata dengan baik.

“Organisasi justru mengajarkan banyak hal yang tidak ditemukan di ruang kelas, seperti kepemimpinan, manajemen konflik, dan kerja sama tim,” katanya.

Skripsi sebagai Ujian Keteguhan Niat

Meski terlihat tenang, Zakia mengakui fase penulisan skripsi menjadi tantangan terbesar selama kuliah. Ia harus mendalami dua bidang sekaligus: fikih dan kecerdasan buatan.

“Topik yang saya pilih berada di persimpangan dua bidang, sehingga saya dituntut membangun pemahaman di keduanya,” tuturnya.

Namun bagi Zakia, rasa lelah bukan tanda untuk menyerah. Ia memaknainya sebagai ujian keteguhan niat.

“Setiap kali merasa terbebani, saya selalu kembali pada keyakinan bahwa Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan hamba-Nya,” katanya.

Dalam perjalanan akademiknya, Zakia mengaku banyak mendapat kekuatan dari para dosen dan masyayikh. Ia percaya keberhasilannya hari ini bukan semata hasil kemampuan pribadi, tetapi juga buah doa para guru dan kiai yang membersamai langkahnya.

Menuju Studi Astronomi

Zakia dibesarkan dalam keluarga yang agamis, berpendidikan, dan memberikan kebebasan penuh kepada anak-anaknya untuk menentukan masa depan sendiri. Lingkungan itu membentuknya menjadi pribadi yang mandiri sekaligus reflektif.

Jika bisa kembali ke masa mahasiswa baru, ia mengaku ingin lebih berani melangkah tanpa terlalu lama mempertimbangkan risiko.

“Tidak sedikit kesempatan berharga yang hampir terlewat hanya karena terlalu banyak menimbang hal-hal yang belum tentu terjadi,” ungkapnya.

Setelah lulus, Zakia berencana melanjutkan studi magister di bidang Astronomi. Ketertarikannya pada fenomena langit yang tumbuh selama belajar Ilmu Falak ingin ia dalami lebih jauh melalui pendekatan saintifik yang lebih mendalam.

Kepada mahasiswa UIN Walisongo Semarang, ia berpesan agar selalu memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan sekecil apa pun.

“Tidak ada usaha kecil yang sia-sia apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Bagi Zakia, menjadi wisudawan terbaik bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar: terus belajar, menjaga akar keislaman, dan menghadirkan manfaat melalui ilmu pengetahuan.(***)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved