UIN Walisongo Semarang
Wisudawan Terbaik UIN Walisongo 2026: Zakia, Mahasiswi Ilmu Falak yang Padukan AI dan Rukyatulhilal
Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin pesat, seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Falak UIN
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin pesat, seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang justru berhasil menghadirkan inovasi unik: memadukan ilmu rukyatulhilal dengan teknologi computer vision.
ODialah Zakiatul ‘Ulya Kamal, akrab disapa Zakia, yang dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda Periode Mei 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Sabtu (23/5/2026), di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub.
Mahasiswi Fakultas Syari’ah dan Hukum itu mengaku tidak pernah menjadikan gelar wisudawan terbaik sebagai target utama. Sejak awal kuliah, ia hanya berpegang pada satu prinsip: memberikan yang terbaik dalam setiap proses akademik.
“Alhamdulillah, saya bersyukur atas anugerah yang Allah titipkan. Keinginan menjadi wisudawan terbaik memang pernah terlintas, tetapi bukan target utama saya,” ujar Zakia.
Kabar bahagia itu pertama kali ia sampaikan kepada adik laki-lakinya. Respons hangat dan rasa syukur dari keluarga menjadi momen sederhana yang paling membekas baginya.
Menggabungkan Ilmu Falak dan Artificial Intelligence
Yang membuat Zakia menonjol bukan hanya capaian akademiknya, tetapi juga topik penelitian yang jarang disentuh mahasiswa Ilmu Falak. Dalam tugas akhirnya yang berjudul “Analisis Deteksi Hilal dengan Teknik Computer Vision Berdasarkan Data Video Rukyatulhilal Awal Bulan Kamariah”, Zakia mencoba menghadirkan solusi teknologi untuk membantu proses rukyatulhilal yang selama ini sangat bergantung pada kemampuan penglihatan manusia.
Ia memanfaatkan metode Faster R-CNN, salah satu model kecerdasan buatan (artificial intelligence), untuk mendeteksi hilal dari data video rukyat milik BMKG.
“Proses rukyatulhilal selama ini rentan dipengaruhi kondisi cuaca dan subjektivitas pengamat. Saya mencoba menghadirkan pendekatan berbasis teknologi untuk membantu proses tersebut,” jelasnya.
Temuan paling menarik dalam penelitiannya adalah kemampuan model AI tersebut mendeteksi objek hilal meski dalam kondisi video yang kurang ideal.
“Hasil ini membuka peluang besar untuk integrasi teknologi dalam praktik rukyatulhilal,” tambahnya.
Penelitian Zakia menjadi contoh nyata implementasi visi Unity of Sciences yang selama ini digaungkan UIN Walisongo. Ia mempertemukan dua bidang yang selama ini dianggap jauh: Ilmu Falak sebagai ilmu keislaman dan teknologi computer vision sebagai produk sains modern.
“Keduanya saya rangkai dalam satu kerangka: ilmu syar’i sebagai landasan, teknologi sebagai sarana,” katanya.
Aktif Organisasi, Rela Kurangi Waktu Istirahat
Di luar akademik, Zakia juga aktif dalam organisasi. Ia bergabung di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Falak, serta aktif di CSSMoRA UIN Walisongo dan CSSMoRA Nasional.
Baginya, organisasi bukan penghambat prestasi akademik, melainkan ruang belajar yang melatih kepemimpinan dan manajemen diri.
| Arisy Abror Dzukroni, Wisudawan Terbaik UIN Walisongo 2026, Bawa Riset Halal RI Mendunia |
|
|---|
| WCC UIN Walisongo Bekali Calon Wisudawan Hadapi Dunia Kerja dan Hidden Job Market |
|
|---|
| Suarakan Kesetaraan Gender Lewat Film, Santri ini Jadi Lulusan Terbaik KPI UIN Walisongo |
|
|---|
| Mita Putri Apriliani jadi Lulusan Terbaik BPI UIN Walisongo Lewat Riset Kearifan Lokal Papua |
|
|---|
| BAZNAS, Pemkab Tegal, dan UIN Walisongo sinergi berdayakan masyarakat lewat Balai Ternak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260526_uinws29288262589687.jpg)