Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Empat Aspek Fundamental Substantif dari Ibadah Kurban

Guru Besar UIN Saizu Prof. Hizbul Muflihin menjelaskan empat aspek fundamental ibadah kurban, mulai dari ketakwaan hingga kepedulian sosial.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Prof Dr HM Hizbul Muflihin MPd, Guru Besar Administrasi Pendidikan UIN Saizu Purwokerto 

Menjadi Pribadi Berilmu, Saleh, dan Bermanfaat

Nabi Ibrahim AS juga memberikan teladan tentang pentingnya ilmu dan kesalehan. Dalam doanya, beliau memohon kepada Allah SWT: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.” (QS. Asy-Syu’ara [26]: 83-84).

Doa tersebut menunjukkan bahwa ilmu harus melahirkan amal saleh dan manfaat bagi sesama. Rasulullah SAW bahkan mengingatkan: “Orang yang paling keras siksanya pada hari kiamat adalah orang yang berilmu tetapi tidak memanfaatkan ilmunya.” (HR. Thabrani).

Karena itu, ibadah kurban tidak boleh berhenti pada simbol dan seremonial semata. Spirit kurban harus melahirkan pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Qudha’i dari Jabir ra).

Pada akhirnya, hakikat kurban bukan terletak pada banyaknya hewan yang disembelih, tetapi pada ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj [22]: 37).

Melalui empat aspek fundamental tersebut, ibadah kurban mengajarkan umat Islam untuk terus memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, menjaga kedekatan dengan masjid, serta menjadi pribadi yang berilmu dan bermanfaat bagi sesama. (***)

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved