PSIS Semarang
PSIS Semarang Vs Kendal Tornado FC, Simpan Kisah Romansa Jafri Sastra dan Patrick Cruz
Tim Mahesa Jenar masih membutuhkan poin demi poin untuk menjaga asa bertahan di kompetisi kasta kedua sepak bola Nasional ini.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang kontra Kendal Tornado FC pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026 Grup Timur pekan ke-18 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (30/1/2026) menjadi laga wajib dimenangkan tim tuan rumah.
Tim Mahesa Jenar masih membutuhkan poin demi poin untuk menjaga asa bertahan di kompetisi kasta kedua sepak bola Nasional tersebut.
Namun, laga esok tak hanya menghadirkan pertarungan perebutan poin penting, tetapi juga menyimpan kisah romansa masa lalu antara pelatih PSIS Jafri Sastra dengan striker andalan Kendal Tornado FC, Patrick Cruz.
Baca juga: Duel Penutup Putaran Kedua Championship 2025/2026, PSIS Vs Kendal Tornado, Siapa yang Diuntungkan?
• Bocah Obesitas 110 Kg Tercebur ke dalam Sumur di Semarang, Butuh 7 Jam Evakuasi
Kebetulan, Patrick Cruz akan menjadi satu-satunya pemain asing di kubu Kendal Tornado FC. Sebab, dua nama lain yakni Juan Morales dan Felipe Riyan dipastikan absen karena cedera hamstring.
Jafri Sastra dan Patrick Cruz pernah berada di satu perahu saat membela Mitra Kukar.
Kala itu, Patrick Cruz baru pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia sebagai pemain muda asal Brasil, berusia 20 tahun.
Di bawah asuhan Jafri Sastra, Patrick Cruz tumbuh menjadi pemain penting dan ikut merasakan gelar juara bersama Mitra Kukar di ajang Piala Jenderal Sudirman 2015.
Kini, reuni keduanya akan menjadi duel kepentingan selama 90 menit di lapangan hijau.
Jafri Sastra berstatus sebagai nahkoda PSIS Semarang, sementara Patrick Cruz menjadi tumpuan utama lini serang Kendal Tornado FC.
Keduanya akan saling berhadapan sebagai lawan saat pertandingan digelar di Stadion Jatidiri mulai pukul 15.30.
Jafri mengakui, Kendal Tornado FC bukan lawan yang mudah. Tim tamu saat ini berada di papan klasemen lebih baik dan memiliki skuad yang solid.
"Kendal Tornado FC tim yang bagus, mereka di papan klasemen jauh di atas PSIS. Mereka juga punya tim yang sangat bagus dan solid."
"Ini terbukti di putaran pertama, kami sempat kalah," ujar Jafri Sastra dalam jumpa pers, H-1 jelang pertandingan, Kamis (29/1/2026).
Menghadapi laga tersebut, PSIS menargetkan hasil maksimal, terlebih bermain di hadapan pendukung sendiri.
"Kami siapkan diri agar tidak kalah lagi, bahkan kami targetkan harus meraih kemenangan. Apalagi main di kandang sendiri," tegasnya.
Soal Patrick Cruz, Jafri Sastra tak menampik adanya ikatan emosional sebagai mantan pelatih. Namun profesionalisme tetap menjadi prioritas.
"Patrick ketika pertama datang ke Indonesia adalah pemain saya di Mitra Kukar. Usia Patrick saat itu masih 20 tahun, baru lepas dari Brasil. Kami ambil dan juara saat itu," kenangnya.
Menurut Jafri, gaya bermain Patrick Cruz tak banyak berubah hingga saat ini.
Hal itu justru menjadi bahan analisis bagi PSIS untuk meredam ancaman sang mantan anak asuh.
Baca juga: Coach Jafri Sastra Fokus Benahi Kekurangan Jelang Laga Pamungkas PSIS Kontra Kendal Tornado FC
• Layanan di Puskesmas Tirto II Pekalongan Sementara Dialihkan, Terendam Banjir 90 Sentimeter
"Saya melihat Patrick Cruz tidak banyak berubah dari gaya mainnya. Mudah-mudahan apa yang sudah kami berikan ke pemain bisa menjadi catatan penting agar Patrick tidak bisa membuat gol," ucap Jafri.
Dalam laga kontra Kendal Tornado FC, PSIS Semarang dipastikan tanpa satu pemain, yakni Safna Delpi yang mendapat hukuman kartu merah pada laga pekan sebelumnya.
Selebihnya, Jafri menyebut semua anak asuhnya siap tempur.
"Alhamdulillah sore ini kami sudah memaksimalkan sesi persiapan terakhir lewat official training menghadapi Kendal Tornado FC."
"Alhamdulillah semua dalam kondisi siap tempur. Hanya satu pemain kami yang tidak bisa tampil karena kartu merah," ungkapnya.
Sementara disinggung soal absennya dua pemain asing Kendal Tornado FC, Jafri Sastra tak mau banyak komentar.
"Yang pasti kami fokus dengan persiapan tim kami. Kemarin dalam latihan kami juga sudah antisipasi jika memang ada pemain A atau si B dari Kendal Tornado FC tidak bisa main," kata dia.
Mantan pelatih Persis Solo tersebut juga menilai Kendal Tornado FC sebagai tim yang solid.
"Terbukti di putaran pertama kami sempat kalah. Kami siapkan diri untuk bagaimana agar tidak kalah lagi bahkan kami targetkan harus meraih kemenangan," kata dia.
Menemani Jafri Sastra dalan jumpa pers, pemain muda PSIS Dani Ibrohim siap berjuang maksimal.
Kenangan kalah 4-0 atas Kendal Tornado FC di putaran pertama menjadi motivasi tersendiri untuk memenangkan laga.
"Persiapan kami sudah berjalan lancar. Kami sudah latihan sungguh-sungguh bekerja keras dan kompak."
"Tentunya kami berharap besok meraih hasil maksimal tiga poin. Di putaran pertama kami kalah 4-0, itu tentu menjadi motivasi kami. Jadi, kami harus maksimal dan bisa menang," katanya.
Tak Mau Kalah Percaya Diri
Baca juga: Jadwal Lengkap Pekan Terakhir Liga Pegadaian Championship 2025/2026, Peluang PSIS dan 3 Tim Jateng
Terpisah, pelatih Kendal Tornado FC, Stefan Keltjes mengatakan, atmosfer laga akan jauh berbeda dibanding saat pertemuan pertama.
Belum lagi, PSIS Semarang bakal didukung ribuan suporter fanatiknya pada laga kali ini.
Menurut informasi, Panpel PSIS mencetak 15.000 lembar tiket untuk laga ini.
"Untuk pertandingan itu pasti pressurenya beda, tensinya beda."
"Kami tahu PSIS punya basis suporter yang besar, fanatisme suporter yang tinggi."
"Mereka juga punya skuad yang baru dan mendapatkan hasil yang positif dalam beberapa pertandingan terakhir," katanya.
Namun Stefan menegaskan bahwa timnya juga tidak kalah percaya diri.
"Dari putaran pertama sampai putaran kedua kami juga punya hasil yang positif. Dari delapan laga terakhir, kami bisa mengambil poin di enam laga."
"Buat kami itu bukan hasil yang buruk karena mengingat komposisi pemain kami banyak pemain muda, dan tahun ini kami baru pertama kali merasakan Liga 2," ungkapnya.
"Grup timur memang sangat keras. Jadi untuk pertandingan besok kami tidak mau kalah, kami akan fight."
"Kemarin sudah membenahi, bicara ke pemain baik tim maupun individu bahwasanya besok wajib merebut poin," jelasnya.
Soal absennya dua pemain kunci Kendal Tornado FC, Stefan mengaku sudah menyiapkan pemain pengganti.
Dia juga mengatakan, timnya sudah terbiasa bermain dengan komposisi tidak full team.
"Kami musim ini memang sangat jarang sekali bisa tampil full team. Jadi bisa sampai di posisi saat ini kami memang berjuang sangat-sangat keras."
"Kami memang tidak pernah main full team, apalagi pemain asing sering cedera," kata Stefan.
Sebagai tim berstatus tim promosi, Kendal Tornado FC musim ini layak diperhitungkan. Bahkan menjadi satu di antara tim dari Grup Timur yang punya kans promosi ke Super League musim depan.
Kendal Tornado FC saat ini menempati urutan empat klasemen sementara.
"Jadi saya tidak bisa beralasan bahwa tim tidak akan perform bagus ketika tidak ada mereka. Saya bilang sama pemain, penggantinya harus siap, harus fight, bahkan punya keinginan lebih besar daripada pemain asing."
"Jadi buat saya tidak ada masalah," tegas Stefan. (*)
PSIS Semarang
Tribunjateng.com
Mahesa Jenar
Kendal Tornado FC
Patrick Cruz
Jafri Sastra
Deni Setiawan
| BREAKING NEWS PSIS Semarang Resmi Rekrut Kembali Hari Nur Yulianto untuk Musim 2026/2027 |
|
|---|
| "Tanggung Jawab Pak YS" Klarifikasi PSIS Semarang Soal Tunggakan Gaji Kahudi Wahyu |
|
|---|
| Manajemen PSIS Bantah Isu Sudah Sepakat dengan Sejumlah Pemain Baru |
|
|---|
| Yoyok Sukawi eks Bos PSIS Menyoal Sanksi FIFA: Saya Pastikan Tidak Lepas Tangan |
|
|---|
| FIFA Jatuhkan Sanksi ke PSIS Semarang, Terancam Tak Bisa Rekrut Pemain Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260129-_-Training-Official-PSIS-Semarang.jpg)