Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Kahudi Wahyu Widodo Bongkar Gaji Eks Analis Tim PSIS Semarang Belum Dibayar Rp 14 Juta

Perselisihan internal di PSIS Semarang kian memanas setelah mantan pelatih kepala, Kahudi Wahyu Widodo, mengungkap tunggakan gaji.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
IST
PSIS SEMARANG - Mantan Pelatih PSIS Semarang Kahudi Wahyu Widodo meminta tunggakan gaji dibayar. 

Ringkasan Berita:
  • Coach Bowo dilaporkan belum menerima gaji dan kompensasi selama dua bulan dengan nilai total Rp14 juta, meski telah berupaya menghubungi manajemen PSIS
  • Pihak Kahudi menegaskan akan menempuh jalur hukum dengan bantuan pengacara jika manajemen tidak segera memberikan titik temu atas masalah hak yang belum dibayarkan tersebut. 
  • Hingga saat ini, pihak manajemen PSIS melalui Media Officer memilih untuk tidak memberikan komentar terkait polemik tunggakan gaji ini.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perselisihan internal di PSIS Semarang kian memanas setelah mantan pelatih kepala, Kahudi Wahyu Widodo, mengungkap tunggakan gaji tidak hanya dialami dirinya, tetapi juga menimpa mantan analis tim, Bowo Widyo Laksono.

Berdasarkan laporan resmi yang dilayangkan ke Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI), Coach Bowo belum menerima gaji pada bulan September 2025 dan kompensasi gaji bulan Oktober 2025. 

Baca juga: Striker PSIS Semarang Beto Goncalves: Neymar Diyakini Bakal Gendong Brasil di Piala Dunia 2026

"Iya, Coach Bowo itu analis kami waktu di PSIS dan sekarang ada di Timnas Putri. Jadi kebetulan kami mengalami hal yang serupa. Harusnya kami mendapatkan hak yang sama," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (31/5/2026).

Kahudi menyebutkan Coach Bowo belum menerima hak selama dua bulan pasca-pemutusan kontrak dengan nominal Rp 7 juta per bulan.

"Coach Bowo tuh gajinya cuma Rp 7 juta itu. Rp 7 juta kali 2 bulan, kan gitu seharusnya, sesuai dengan surat pemutusan kontrak," kata dia.

Ia mengatakan, Coach Bowo telah berupaya untuk menghubungi manajamen PSIS namun tidak mendapat respons.

"Coach Bowo sering menanyakan ke saya, bahkan nge-chat ke manajemen tidak dibalas sama sekali kalau Coach Bowo," ungkap dia.

Kahudi mengatakan, pihaknya akan menempuh jalur hukum apabila masalah ini tidak segera diselesaikan.

"Saya minta segera diselesaikan. Kalau memang dari APSSI tidak ini ya, saya akan mencoba menempuh jalur hukum. Kita punya lawyer, nanti mereka yang akan memberikan somasi atau apa ke manajemen," terangnya.

"Saya pikir sebenarnya saya pengin diselesaikan secara kekeluargaan, tapi sampai sekarang tidak ada titik temu dan menurut saya enggak realistis," imbuhnya. 

Ia ingin menunggu konfirmasi secepatnya sebelum dirinya mengirim berkas perkara ke tim pengacara.

"Tinggal nanti bagaimana mereka berkomunikasi dengan klub aja. Tinggal nunggu ini dari saya aja," terangnya.

Selain itu, ia juga menyinggung perihal dirinya yang diminta membawa mobil operasional milik klub, yang disebutnya akan diambil pihak manajemen saat waktu penggajian tiba. 

"Ini mobil kan saya pikir itu kan katanya mobil operasional. Kalau misalkan PT Mahesa Jenar punya niat, saya pikir mobil itu kan bisa dibayarkan kemudian mobil itu kan bisa digunakan untuk operasional kembali," kata dia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved