Ramadan 2026
Fakta Menarik Sejarah THR, Dari Pinjaman PNS Jadi Hak Wajib Pekerja
Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang paling dinantikan para pekerja menjelang Hari Raya Idulfitri.
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Pencairan THR setiap menjelang Lebaran terbukti meningkatkan daya beli masyarakat secara drastis.
Lonjakan konsumsi rumah tangga pada periode tersebut mendorong perputaran uang di berbagai sektor, mulai dari ritel, transportasi, hingga pariwisata.
Dengan demikian, THR turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional saat momentum hari raya.
THR Kini: Hak Pekerja yang Wajib Dipenuhi
Setelah melalui perjalanan panjang sejak 1951, THR kini telah menjadi kewajiban hukum bagi perusahaan.
Pemerintah secara rutin mengingatkan pengusaha agar membayarkan THR tepat waktu sesuai peraturan yang berlaku.
Bagi pekerja, THR bukan sekadar tambahan pendapatan, tetapi juga simbol perlindungan dan kepastian hak dalam sistem ketenagakerjaan Indonesia.
Sejarah panjang ini menunjukkan bahwa THR lahir dari dinamika sosial, tuntutan keadilan, serta proses regulasi yang terus berkembang demi meningkatkan kesejahteraan pekerja di Tanah Air. (*)
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-uang-rupiah.jpg)