Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Lantik 42 Pengurus DPPI Kota Semarang, Agustina Tekankan Integritas dan Empati

42 pengurus Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Semarang dilantik di Aula Balaikota Semarang, Rabu (11/2/2026).

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
PELANTIKAN DPPI - 42 pengurus DPPI Kota Semarang dilantik di Aula Balaikota Semarang, Rabu (11/2/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari program kerja Badan Kesbangpol Tahun 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – 42 pengurus Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Semarang dilantik di Aula Balaikota Semarang, Rabu (11/2/2026).

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari program kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tahun 2026 melalui dukungan APBD.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan dukungan kepada para generasi muda yang akan mengemban amanah baru sebagai Duta Pancasila.

Baca juga: 98 Ribu Peserta BPJS PBI JK Dinonaktifkan, DPRD Kota Semarang: Bisa Manfaatkan UHC

"Kami mendukung anak muda hebat yang akan mengemban dan amanah baru sebagai Duta Pancasila."

"Di Kesbangpol, kegiatan mereka ini didukung dan mudah-mudahan ini menjadi tiang-tiang menguatkan bagi masyarakat di mana pun mereka berada," kata Agustina.

Agustina pada kesempatan itu mengungkapkan, pelantikan tersebut merupakan langkah dalam pembinaan karakter generasi muda agar berjalan berkelanjutan.

Menurutnya, para Duta Pancasila yang terpilih harus mampu menunjukkan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

"Perilaku sehari-hari harus mencerminkan integritas. Marilah tunjukkan bahwa generasi muda Semarang mampu menjadi benteng diri yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi," ajaknya.

Wali Kota juga menekankan, proses seleksi yang telah dilalui menjadi modal bagi para Duta Pancasila untuk tumbuh sebagai calon pemimpin masa depan yang mencintai NKRI.

Dia pun meminta para Duta Pancasila untuk terus belajar dan mengasah empati agar pengabdian yang tinggi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

Dia juga mengingatkan bahwa ilmu, jabatan, dan popularitas tidak akan berarti tanpa empati dan semangat pengabdian.

Baca juga: Fakta Terkini di Pemkot Semarang, Banyak ASN Menolak Jabatan Lurah, Kenapa?

“Sehebat-hebatnya ilmu yang dimiliki, setinggi-tingginya jabatan yang dimiliki, tak akan berguna kalaun tidak memiliki empati."

"Terutama pengabdian unruk bangsa ini," pesan Wali Kota di hadapan para Duta Pancasila yang dilantik.

Lebih lanjut, Agustina menekankan, tugas Duta Pancasila adalah menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi simbol bagi masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, Duta Pancasila pada kesehariannya tidak hanya bertugas pada kelompoknya, melainkan harus menjadi simbol bagi masyarakat di sekitar tempat mereka berada.

"Di rumah, sekolah, kampus, RT, RW, kelurahan, kecamatan, di tempat-tempat ini yang mungkin tidak seorangpun Duta Pancasila ini kenal."

"Di situlah tempat menyatakan diri sebagai warga negara Indonesia," terangnya.

Dalam pesannya, Wali Kota juga menyebut jika esensi pancasila dapat diperas dalam satu kata, yakni gotong-royong.

Menurutnya, dengan cara berpikir gotong royong, seseorang akan cenderung membangun hubungan baik, menciptakan kondusivitas, dan menghadirkan kedamaian di lingkungan tempat dia berada.

"Artinya, kondusivitas menjadi nomor satu. Karena tanpa kondusivitas, akan sulit untuk menemukan teman untuk bisa melakukan gotong-royong," ungkapnya.

Baca juga: DPRD: Kekosongan 55 Jabatan Lurah di Semarang Berpotensi Langgar Prinsip Sistem Merit ASN

Sementara itu, DPPI dibentuk berdasarkan PP Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka serta Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022. 

Tujuannya untuk membina, mengarusutamakan, serta menerapkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat melalui para alumni Paskibraka yang telah mendapat pembinaan ideologi.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Bambang Pramusinto menjelaskan, DPPI merupakan organisasi baru yang dibentuk untuk mewadahi para purna Paskibraka.

Organisasi ini hadir di semua jenjang pemerintahan, mulai dari kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

Dia menjelaskan, DPPI adalah wadah interaksi dan komunikasi bagi purna-purna Paskibraka.

"Anak-anak Paskibraka dan purna Paskibraka ini selain punya badan bagus, tegap, PBB-nya pintar, mereka juga punya kemampuan akademis di atas rata-rata."

"Sehingga, harapan kami mereka bisa menjadi agen-agen Pancasila, menjadi agen pembaharuan di lingkungan masing-masing," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved