Berita Semarang
Dari Malari hingga Medsos: Membaca Ulang Pola Pergerakan Massa Era Soeharto dan Prabowo
Dari Malari 1974, kerusuhan Mei 1998, hingga gejolak akhir Agustus 2025, ada benang merah, massa di jalan selalu jadi arena perebutan pengaruh.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
Data kepolisian juga mengungkap 90 persen perusuh di Solo bukan warga setempat.
Mereka didatangkan dari luar kota, kebanyakan remaja.
Hermawan menyebut, pola ini menandakan ada desain terencana, bukan sekadar aksi spontan.
Pola massa di era Prabowo sangat cair, terhubung cepat lewat media sosial, dengan anak sekolah sebagai bahan bakar utama.
Mobilisasi tidak lagi via birokrasi, tapi lewat algoritma medsos dan jejaring informal yang sulit dilacak.
- Dua Zaman, Dua Pola, Satu Kesamaan
Jika dibandingkan, ada kontras tajam pada era Soeharto, mobilisasi dari atas (negara/Golkar) vs perlawanan dari bawah (mahasiswa, pelajar terseret).
Kemudian pada era Prabowo, mobilisasi dari bawah yang cair, difasilitasi medsos, anak sekolah jadi garda terdepan, massa lintas kota dimasukkan.
Namun, ada kesamaan penting yaitu pelajar selalu hadir di jalan, entah terseret arus besar Reformasi, atau dimobilisasi dalam kerusuhan era medsos.
Bedanya, kalau di 1998 pelajar adalah penumpang gerakan mahasiswa, kini justru merekalah yang dijadikan “mesin murah” untuk membakar kerusuhan.
Fenomena ini mengingatkan bahwa massa bukan sekadar kumpulan tubuh di jalanan, melainkan produk mobilisasi politik.
Bedanya hanya soal medium, dulu birokrasi, sekarang media sosial.
Dan selama pelajar terus dimanfaatkan sebagai amunisi politik jalanan, sejarah tampaknya berulang, generasi muda kembali dikorbankan, hanya dengan wajah rezim dan pola yang berbeda.
| Pria Bikin Resah di Banyumanik Semarang: Makan Tak Bayar hingga Ancam Mau Bom Minimarket |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 17 April 2026: Berawan |
|
|---|
| BREAKING NEWS Ngaku Paspampres, Slamet Riyanto Nekat Melakukan Pemerasan di Alfamart Semarang |
|
|---|
| 4 Tahun Berlalu, Pembunuh Iwan Boedi PNS Kota Semarang Belum Terungkap, Ini Kata Polisi |
|
|---|
| Penyebab Jalan Beton Terbelah di Pedurungan Semarang, DPU Sebut Faktor Alam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250905_prabowo.jpg)