Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dari Malari hingga Medsos: Membaca Ulang Pola Pergerakan Massa Era Soeharto dan Prabowo

Dari Malari 1974, kerusuhan Mei 1998, hingga gejolak akhir Agustus 2025, ada benang merah, massa di jalan selalu jadi arena perebutan pengaruh. 

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Budi Susanto
PRESIDEN PRABOWO DAN SOEHARTO - Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto dan Mantan Presiden Soeharto. (DOK TRIBUNJATENG/BUDI SUSANTO) 

Tragedi Trisakti (12 Mei 1998) memperlihatkan percampuran massa. 12 Mei, Tragedi Trisakti dalam Foto (Universitas Trisakti, 1999) menampilkan potret mahasiswa bersama pelajar SMA yang tumpah ke jalan. 

Meski korban utama mahasiswa, catatan lapangan menunjukkan pelajar ikut menjadi korban luka.

Pola massa pada era Soeharto bergerak dari mobilisasi negara yang dikontrol ketat, lalu dibalas perlawanan mahasiswa, hingga akhirnya pelajar ikut terseret dalam pusaran gerakan menjelang Reformasi.

Dua dekade kemudian, pola massa berbeda jauh.

Di era Presiden Prabowo, khususnya kerusuhan akhir Agustus 2025, pola mobilisasi tidak lagi top-down, melainkan cair dan terpicu viralitas media sosial.

Kasus tewasnya sopir ojol Affan akibat mobil taktis jadi pemicu.

Video kejadian menyebar di TikTok, Instagram, hingga WhatsApp, menyulut kemarahan anak muda.

“Trigger paling kuat belakangan adalah kasus Affan.

Itu jadi alasan anak-anak di berbagai tempat untuk bergerak, meskipun mereka sebenarnya tidak tahu konteks penuh,” jelas Hermawan Pancasiwi, sosiolog SCU, kepada Tribunjateng.com, Kamis (4/9/2025).

Yang mengejutkan, kali ini anak sekolah jadi aktor utama.

Polisi menangkap ratusan pelajar SMP-SMA di Solo, Semarang, Jakarta, hingga Kediri. 

Menurut Hermawan, anak-anak dipilih karena mudah dipengaruhi, ongkosnya murah, dan bila tertangkap dilindungi UU Perlindungan Anak.

Awalnya kerumunan hanya berorasi dan mengangkat spanduk.

Namun, dengan satu provokasi kecil, misalnya teriakan “bakar!” dari orang tak dikenal kerumunan berubah jadi rusuh.

 Jalan diblokade, halte dibakar, pos polisi dirusak, hingga penjarahan toko.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved