Berita Semarang
Dari Malari hingga Medsos: Membaca Ulang Pola Pergerakan Massa Era Soeharto dan Prabowo
Dari Malari 1974, kerusuhan Mei 1998, hingga gejolak akhir Agustus 2025, ada benang merah, massa di jalan selalu jadi arena perebutan pengaruh.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
Tragedi Trisakti (12 Mei 1998) memperlihatkan percampuran massa. 12 Mei, Tragedi Trisakti dalam Foto (Universitas Trisakti, 1999) menampilkan potret mahasiswa bersama pelajar SMA yang tumpah ke jalan.
Meski korban utama mahasiswa, catatan lapangan menunjukkan pelajar ikut menjadi korban luka.
Pola massa pada era Soeharto bergerak dari mobilisasi negara yang dikontrol ketat, lalu dibalas perlawanan mahasiswa, hingga akhirnya pelajar ikut terseret dalam pusaran gerakan menjelang Reformasi.
Dua dekade kemudian, pola massa berbeda jauh.
Di era Presiden Prabowo, khususnya kerusuhan akhir Agustus 2025, pola mobilisasi tidak lagi top-down, melainkan cair dan terpicu viralitas media sosial.
Kasus tewasnya sopir ojol Affan akibat mobil taktis jadi pemicu.
Video kejadian menyebar di TikTok, Instagram, hingga WhatsApp, menyulut kemarahan anak muda.
“Trigger paling kuat belakangan adalah kasus Affan.
Itu jadi alasan anak-anak di berbagai tempat untuk bergerak, meskipun mereka sebenarnya tidak tahu konteks penuh,” jelas Hermawan Pancasiwi, sosiolog SCU, kepada Tribunjateng.com, Kamis (4/9/2025).
Yang mengejutkan, kali ini anak sekolah jadi aktor utama.
Polisi menangkap ratusan pelajar SMP-SMA di Solo, Semarang, Jakarta, hingga Kediri.
Menurut Hermawan, anak-anak dipilih karena mudah dipengaruhi, ongkosnya murah, dan bila tertangkap dilindungi UU Perlindungan Anak.
Awalnya kerumunan hanya berorasi dan mengangkat spanduk.
Namun, dengan satu provokasi kecil, misalnya teriakan “bakar!” dari orang tak dikenal kerumunan berubah jadi rusuh.
Jalan diblokade, halte dibakar, pos polisi dirusak, hingga penjarahan toko.
| Awal Mei Ratusan Pembalap Akan Kembali Panaskan Kota Semarang di Ajang Black Dragbike 2026 |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Rabu 15 April 2026: Sebagian Besar Hujan Ringan |
|
|---|
| Ketersediaan Ikan di Semarang Hanya 11 Persen, Agustina Dorong Pelabuhan Perikanan Memadai |
|
|---|
| Gagal Beli Motor Buat Kuliah Anak, Ibu Asal Kendal Polisikan Koperasi BMJ Usai Tabungannya Macet |
|
|---|
| Pemkot Semarang Evaluasi Pengaturan Truk di Jalur Silayur Ngaliyan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250905_prabowo.jpg)