Banjir Semarang
3 Orang Meninggal Akibat Banjir di Kota Semarang
Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang selama dua hari berturut-turut menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir.
Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang selama dua hari berturut-turut menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang yang dihimpun tribunjateng.com, Rabu (29/10/2025), 25 kelurahan di lima kecamatan terdampak genangan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 90 sentimeter.
Laporan BPBD mencatat, total terdapat 33.816 kepala keluarga (KK) atau sekitar 63.450 jiwa yang terdampak. Sementara itu, 3 warga dilaporkan meninggal dunia dan 32 lainnya mengungsi akibat bencana tersebut.
Baca juga: Daftar 17 Kereta Dialihkan Rutenya Imbas Banjir Semarang, Tak Melintasi Satsiun Tawang dan Poncol
Baca juga: 8 Hari Banjir Semarang, Hari Ini Tertinggi Genangan Air di Kaligawe: 90 Sentimeter
Wilayah yang mengalami banjir cukup parah antara lain Gayamsari, Genuk, Semarang Utara, Semarang Timur, dan Pedurungan.
Di wilayah Gayamsari seperti Siwalan, Kaligawe, Tambakrejo, dan Sawah Besar, ketinggian air mencapai 90 sentimeter. Sementara di Genuk, genangan juga melanda sejumlah kelurahan seperti Gebangsari, Trimulyo, dan Sembungharjo.
BPBD Kota Semarang bersama relawan terus melakukan monitoring dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Dapur umum telah dibuka sejak 26 Oktober 2025 di Kantor BPBD Kota Semarang untuk mendistribusikan nasi bungkus, logistik, dan air bersih ke lokasi banjir.
Selain itu, tim juga melakukan evakuasi anak-anak sekolah di SDN Mukitharjo Kidul 1 & 2 serta SDIT Al Mawaddah, serta mengerahkan bantuan perahu ke daerah yang masih tergenang seperti Rusun Kaligawe.
Di wilayah Semarang Tengah, air masuk ke pemukiman dan membuat aktivitas warga lumpuh total.
"Selasa (28/10) lalu air sempat surut, tapi sore hari kembali meninggi sampai sekarang," terang Wildan satu di antara warga Purwodinatan Semarang Tengah kepada Tribunjateng.com, melalui sambungan telepon, Rabu (29/10/2025).
Ia mengatakan semakin tahun banjir semakin parah dan merugikan masyarakat.
"Mau kerja tidak bisa, mau apa-apa terhalang banjir," paparnya.
Sementara itu BPBD Kota Semarang menyampaikan, operasi modifikasi cuaca juga dilakukan oleh BNPB dan BPBD Provinsi Jateng pada Rabu (29/10/2025) guna mengurangi potensi hujan ekstrem lanjutan.
Hingga Rabu siang, beberapa wilayah telah mulai surut, namun sejumlah titik di Semarang Timur dan Gayamsari masih tergenang dengan ketinggian air antara 20-50 sentimeter.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga akhir pekan. (*)
| Hujan Deras Sabtu Malam Sebabkan 3 Kejadian Banjir dan 1 Tanah Longsor di Semarang |
|
|---|
| Banjir Semarang Pada Sabtu Malam, Dinar Indah, Rowosari, Hingga Sampangan Paling Parah Terdampak |
|
|---|
| Dampak Tanggul Jebol Sungai Plumbon, Wali Kota Semarang: Sudah Dibersihkan |
|
|---|
| Susahnya Warga Tambaksari Semarang Hari Ini, Terisolir Imbas Jembatan Ambrol Semalam |
|
|---|
| Banjir Dinar Indah Surut, Pemkot Semarang Tangani Rembesan di Tanggul Kali Babon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251029_UPDATE-BANJIR-Laporan-BPBD-Kota-Semarang.jpg)