Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Nasib Purwadi Driver Bajaj Online Semarang: Baru Kerja 1,5 Bulan, Kini Terancam Menganggur

Polemik pelarangan operasional bajaj online di sejumlah daerah kembali mencuat dan mulai berdampak pada para pengemudi pengelola transportasi Maxride.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
BAJAJ 4 TAK - Beberapa unit Bajaj atau kendaraan roda tiga yang ada digerai Bajaj di wilayah pedurungan Kota Semarang, Rabu (19/11/2025). Tidak seperti Bajaj lama, teknologi yang disematkan pada kendaraan tersebut sudah modern dan dilengkapi sertifikasi emisi ramah lingkungan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Polemik pelarangan operasional bajaj online di sejumlah daerah kembali mencuat dan mulai berdampak pada para pengemudi serta pihak pengelola layanan transportasi Maxride. 

Di tengah ramainya penolakan dari beberapa pemerintah daerah, manajemen Maxride menegaskan bahwa operasional bajaj online telah mengikuti seluruh regulasi yang dipersyaratkan.

Salah satu pengemudi yang merasakan langsung ketidakpastian tersebut adalah Purwadi, warga Semarang yang baru 1,5 bulan menjadi driver bajaj Maxride. 

Baca juga: Otopsi Dosen Untag Semarang yang Ditemukan Meninggal di Hotel Selesai, Apa Penyebab Kematian?

Kehidupan ekonominya kini bergantung penuh pada kendaraan roda tiga itu.

Sebelumnya ia bekerja di proyek bangunan sebelum akhirnya mencoba peruntungan sebagai pengemudi bajaj setelah mendapat informasi dari anaknya.

Namun bagi Maxride, kisah seperti Purwadi hanyalah satu dari ribuan potret warga yang terbantu melalui hadirnya bajaj online

Senior Digital Marketing Manager Maxride Indonesia, Adhika Yosmik Swaputra, menegaskan bahwa layanan bajaj Maxride beroperasi di bawah dua entitas resmi, Max Auto sebagai distributor kendaraan, dan Maxride sebagai aplikator layanan transportasi.

“Unit bajaj bisa dibeli atau disewa melalui Max Auto. Kalau ingin digunakan mencari penumpang, mereka langsung bermitra melalui aplikasi Maxride,” jelas Adhika kepada Tribun Jateng saat ditemui di kantor Maxride Semarang, Rabu (19/11/2025).

Ia menegaskan aplikasi Maxride telah mengantongi izin Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Secara legalitas, pihaknya menyebut tidak ada yang dilanggar.

Meski demikian, operasional bajaj Maxride masih terkendala penolakan oleh sejumlah pemerintah daerah, termasuk Yogyakarta, Semarang, dan Solo. 

Maxride mengaku terus membangun komunikasi agar kebijakan daerah bisa mempertimbangkan dampak sosial dan kesempatan kerja yang mereka buka.

“Sejak hadir di Makassar, Medan, Pekanbaru, Yogyakarta, Semarang, dan Solo, ribuan warga telah terbantu karena bisa bermitra sebagai driver,” tambah Adhika.

Di Semarang, minat warga dinilai meningkat tajam. City Manager Maxride Semarang, Siva Gesita, mengungkapkan ada sekitar 200 orang dalam daftar tunggu calon pengemudi bajaj. 

Pihaknya menerapkan proses seleksi yang cukup ketat, mulai dari verifikasi domisili hingga pengecekan SIM dan kemampuan mengemudi.

Saat ini terdapat sekitar 45 unit bajaj Maxride yang aktif melayani penumpang di Simpang Lima, Kota Lama, dan beberapa ruas protokol lainnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved