Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Nasib Purwadi Driver Bajaj Online Semarang: Baru Kerja 1,5 Bulan, Kini Terancam Menganggur

Polemik pelarangan operasional bajaj online di sejumlah daerah kembali mencuat dan mulai berdampak pada para pengemudi pengelola transportasi Maxride.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
BAJAJ 4 TAK - Beberapa unit Bajaj atau kendaraan roda tiga yang ada digerai Bajaj di wilayah pedurungan Kota Semarang, Rabu (19/11/2025). Tidak seperti Bajaj lama, teknologi yang disematkan pada kendaraan tersebut sudah modern dan dilengkapi sertifikasi emisi ramah lingkungan. 

Salah satu unit bahkan telah diuji melalui jalur menanjak di wilayah Gedawang, Banyumanik, sebagai pembuktian ketahanan mesin.

Siva menyebut respons publik terhadap bajaj di Semarang juga sangat positif.

Sebuah polling di media sosial yang melibatkan lebih dari tujuh ribu responden menunjukkan 74 persen warga mendukung keberadaan bajaj online.

“Bajaj mudah menembus kemacetan, tarifnya terjangkau, dan penumpang terlindung dari panas maupun hujan. Kapasitasnya juga lebih besar, bisa memuat sampai tiga orang,” ujarnya.

Di tengah kondisi yang belum pasti ini, baik pengemudi maupun pihak manajemen berharap pemerintah daerah memberikan kejelasan regulasi. 

Baca juga: Kondisi Dosen Untag Semarang Ditemukan Tewas di Hotel, Ada Darah di Hidung, Mulut dan Bagian Intim

Maxride menilai pelarangan tanpa dasar teknis yang kuat justru akan menghambat ruang hidup warga yang menggantungkan pendapatan pada transportasi berbasis aplikasi.

Bagi pengemudi seperti Purwadi, keputusan pemerintah nantinya akan sangat menentukan masa depan mereka. 

“Kami hanya butuh aturan yang jelas,” harapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved