Berita Semarang
Nasib Purwadi Driver Bajaj Online Semarang: Baru Kerja 1,5 Bulan, Kini Terancam Menganggur
Polemik pelarangan operasional bajaj online di sejumlah daerah kembali mencuat dan mulai berdampak pada para pengemudi pengelola transportasi Maxride.
Penulis: budi susanto | Editor: raka f pujangga
Salah satu unit bahkan telah diuji melalui jalur menanjak di wilayah Gedawang, Banyumanik, sebagai pembuktian ketahanan mesin.
Siva menyebut respons publik terhadap bajaj di Semarang juga sangat positif.
Sebuah polling di media sosial yang melibatkan lebih dari tujuh ribu responden menunjukkan 74 persen warga mendukung keberadaan bajaj online.
“Bajaj mudah menembus kemacetan, tarifnya terjangkau, dan penumpang terlindung dari panas maupun hujan. Kapasitasnya juga lebih besar, bisa memuat sampai tiga orang,” ujarnya.
Di tengah kondisi yang belum pasti ini, baik pengemudi maupun pihak manajemen berharap pemerintah daerah memberikan kejelasan regulasi.
Baca juga: Kondisi Dosen Untag Semarang Ditemukan Tewas di Hotel, Ada Darah di Hidung, Mulut dan Bagian Intim
Maxride menilai pelarangan tanpa dasar teknis yang kuat justru akan menghambat ruang hidup warga yang menggantungkan pendapatan pada transportasi berbasis aplikasi.
Bagi pengemudi seperti Purwadi, keputusan pemerintah nantinya akan sangat menentukan masa depan mereka.
“Kami hanya butuh aturan yang jelas,” harapnya. (*)
| Dinkes Semarang Bongkar Fakta Bahaya Hantavirus bagi Manusia: Bisa Sebabkan Kematian |
|
|---|
| Lalin Jalan Silayur Dinilai Lebih Lancar, Pengendara Soroti Gelombang Jalan dan Risiko Tanjakan |
|
|---|
| Siasat "Paket Kilat" Sabu, Sindikat Narkoba Kirim Lewat Jasa Ekspedisi |
|
|---|
| Penyebab Kebakaran di Pabrik Sriboga Flour Mill Semarang: Ada Gesekan Conveyor Karet |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Kebakaran Melanda Sriboga Tanjung Emas Semarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251119_Bajaj-di-Semarang_1.jpg)