Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

RIVIEW JUJUR! Naik Bajaj Keliling Semarang, Dari Tanjakan Gombel Hingga Kepadatan Jalan Protokol 

Suara mesin khas terdengar di antara padatnya lalu lintas Kota Semarang. Sebuah bajaj, kendaraan roda tiga asal India.

Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/(DOK TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)
KABIN BAJAJ - Pemandangan dari kabin bajaj empat tak saat kendaraan tersebut membelah keramaian jalanan Ibu Kota Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025). Tribun Jateng sendiri mencoba menumpang kendaraan asal India tersebut untuk merasakan impresinya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suara mesin khas terdengar di antara padatnya lalu lintas Kota Semarang. Sebuah bajaj, kendaraan roda tiga asal India, melaju menyusuri jalanan kota. Bentuknya sederhana, namun kehadirannya selalu memancing perhatian dan rasa penasaran warga yang berpapasan.

Untuk menjawab rasa ingin tahu tersebut, Tribun Jateng secara eksklusif menjajal langsung sensasi menumpang bajaj di Semarang. Perjalanan dimulai dari kawasan Pedurungan, dengan Sugeng, warga Semarang, sebagai pengemudi. Ia telah tiga bulan terakhir menggeluti profesi sebagai driver bajaj online.

“Awalnya banyak yang heran, tapi sekarang sudah mulai terbiasa. Banyak juga yang penasaran ingin coba naik,” ujar Sugeng, Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Tahun Ini Ada 272 Kasus HIV/AIDS Baru di Pati, 33 Orang Meninggal

Baca juga: Pemkot Semarang Siapkan Langkah Perkuat BUMD

Bajaj kemudian melaju menuju Jalan Fatmawati, berlanjut ke Jalan Tentara Pelajar, hingga menghadapi tanjakan di Jalan Dr Wahidin. Di jalur menanjak ini, mesin bajaj berteknologi empat tak terdengar meraung, bekerja lebih keras namun tetap stabil.

Meski menanjak, kendaraan roda tiga itu mampu melaju tanpa tersendat. Sugeng tampak tenang mengendalikan kemudi sambil sesekali memainkan transmisi.

“Kalau di tanjakan biasanya masuk gigi dua supaya tenaganya tetap ada,” katanya sambil tersenyum.

Ujian sesungguhnya terjadi saat bajaj diarahkan ke tanjakan Gombel, jalur yang dikenal cukup ekstrem di Kota Semarang. Dengan putaran mesin dijaga konstan, bajaj kembali menunjukkan kemampuannya menaklukkan medan.

“Masuk gigi dua, Mas,” ucap Sugeng singkat sebelum kendaraan menanjak.

Menurut Sugeng, performa bajaj cukup bisa diandalkan untuk penggunaan harian. Ia bahkan pernah membawa kendaraannya ke luar kota.

“Saya pernah ke Blora. Perjalanan sekitar tiga jam, habis bensin delapan liter,” tuturnya.

Kecepatan maksimal bajaj memang tidak dirancang untuk kebut-kebutan.

“Mentok sekitar 80 kilometer per jam. Tapi kalau soal muatan dan tenaga, masih cukup,” tambahnya.

Dari sisi penumpang, Tribun Jateng merasakan kabin yang cukup lega untuk dua orang dewasa. Jok terasa agak keras, namun suspensi yang mengayun cukup lembut membuat perjalanan tetap nyaman. Karena kabin bersifat semi terbuka dan tanpa pendingin udara, hawa panas kendaraan sekitar masih terasa saat terjebak kemacetan.

Meski demikian, secara keseluruhan bajaj tetap terasa praktis dan nyaman untuk mobilitas di tengah kepadatan kota.

Untuk mengetahui lebih jauh soal spesifikasi, Tribun Jateng menemui Fahmi, Head of After Sales Central Java Maxauto. Ia menjelaskan bahwa bajaj dirancang khusus untuk kebutuhan transportasi perkotaan dengan fokus pada efisiensi dan daya tahan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved