Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pengeroyokan

Kronologi Remaja Anggota Perguruan Silat Dikeroyok Hingga Tewas di Mranggen, Ada 2 Versi

Polres Demak memberikan keterangan terkait kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang remaja.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Polres Demak memberikan keterangan terkait kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang remaja anggota Pagar Nusa asal Semarang, MBS (17) di wilayah Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (26/12/2025) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, membenarkan insiden tersebut dan menyebut aparat tengah melakukan pendalaman.

“Memang benar terjadi pengeroyokan di Mranggen pada Jumat kemarin. Namun peristiwa ini tidak ada kaitannya dengan perguruan silat,” katanya, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga: Dua Pesilat Jateng Punya Andil Besar bagi Indonesia sebagai Juara Umum Pencak Silat SEA Games 2025

Baca juga: Remaja Semarang Anggota Pagar Nusa Tewas Diduga Dikeroyok di Mranggen Demak Usai Kopdar

Dari penyelidikan awal, polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku. 

Ketiganya diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sudah ada tiga orang yang diamankan. Pemeriksaan saksi-saksi masih berjalan,” jelasnya. 

Ia juga menyebut para terduga pelaku ini diduga bagian dari kelompok anak motor.

Kronologi Versi Polisi

Kapolsek Mranggen, AKP Kumaidi, menegaskan kejadian tersebut tidak berhubungan dengan aktivitas maupun organisasi Pagar Nusa. 

Narasi yang beredar di masyarakat soal pengejaran terhadap rombongan pesilat usai kopdar disebutnya tidak sesuai fakta.

“Informasi itu tidak benar. Kejadiannya tidak terkait ormas atau perguruan silat. Pengeroyokan ini murni persoalan pribadi,” tegas AKP Kumaidi.

Menurutnya, insiden bermula dari interaksi di kawasan Penggaron, Pedurungan, Semarang, yang kerap dijadikan lokasi berkumpul anak muda pada malam hari. 

Korban maupun pelaku disebut tidak saling mengenal.

“Korban dibonceng temannya, dan saksi sendiri tidak mengenal para pelaku. Setiap malam banyak anak motor kumpul di sana. Sekalipun dibubarkan, mereka sering kembali lagi,” ucapnya.

Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan pemicu pasti terjadinya pengeroyokan

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved