Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Menelusuri Rezeki di Balik Bajaj Online Semarang, Pensiunan Masinis hingga Driver yang Bersyukur

Di tengah simpang-siur regulasi transportasi umum dan ketatnya persaingan mencari nafkah di perkotaan, suara mesin bajaj

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/budi susanto
MELINTAS - Pengemudi bajaj tengah fokus menyusuri jalanan Kota Semarang, Minggu (4/1/2026). Kendaraan roda tiga tersebut kini tengah jadi sorotan di Ibukota Jawa Tengah. (DOK TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah simpang-siur regulasi transportasi umum dan ketatnya persaingan mencari nafkah di perkotaan, suara mesin bajaj kembali terdengar di jalanan Kota Semarang.

Kendaraan roda tiga yang dulu identik dengan Ibu Kota itu kini hadir dengan wajah baru yaitu bajaj online.

Namun sorotan publik bukan lagi soal bentuk atau asal kendaraan tersebut.

Yang ramai dibicarakan justru satu hal, apakah menarik bajaj online benar-benar menjanjikan penghasilan?

Isu itu pula yang mendorong Tribun Jateng turun langsung ke lapangan.

Menyusuri padatnya ruas jalan ibu kota Jawa Tengah, kami mencoba menguak cerita di balik kemudi bajaj, dari sisi pengemudi hingga pemiliknya.

Di tengah riuh kendaraan, Tribun Jateng bertemu Sudarsono, warga Kecamatan Semarang Tengah.

Pria ramah itu bukanlah sosok asing dengan dunia transportasi. 

Ia merupakan pensiunan masinis yang kini memilih tetap bergerak, meski tak lagi di atas rel.

Rumahnya di kawasan Indraprasta menjadi saksi awal kisah baru tersebut.

Baca juga: Total 111 Personel Gabungan Cari Keberadaan Syafiq Ali Pelajar yang Hilang di Gunung Slamet

Baca juga: Tampang Pengamen Meresahkan di Sokaraja Banyumas yang Maksa Minta Uang ke Pengguna Jalan

Baca juga: Party Night di Street Coffee Kudus Dibubarkan Polisi, Owner Cafe dan Pengelenggara Diamankan

Di sanalah Sudarsono menceritakan keputusannya berinvestasi pada dua unit bajaj yang kini ia sewakan kepada dua pengemudi kepercayaannya.

“Menurut saya, investasi ini progresnya baik,” ujar Sudarsono, Minggu (4/1/2026).

Keputusan itu terbukti tak meleset.

Dari dua unit bajaj yang beroperasi setiap hari, Sudarsono mengaku bisa mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp 4 juta per bulan.

 Jumlah yang cukup menjanjikan bagi usaha yang ia bangun selepas pensiun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved