Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dampak Limpasan Sungai Plumbon Semarang: 2 Kelurahan Terendam, Tanggul Jebol dan Jembatan Hanyut

Camat Tugu, Eko Agus Padang Hariyanto, memaparkan secara rinci dampak limpasan Sungai Plumbon Semarang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
BERSIH-BERSIH - Anak-anak dan warga sekitar membersihkan sekolah dari lumpur di SDN Mangkangkulon 1 Kota Semarang, Jumat (16/1/2026) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Camat Tugu, Eko Agus Padang Hariyanto, memaparkan secara rinci dampak limpasan Sungai Plumbon yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) malam dan merendam dua kelurahan di wilayah Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Eko menjelaskan, luapan air mulai terjadi sejak Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Debit air terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada malam hari, sebelum akhirnya mulai berangsur surut sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

“Pada hari Kamis tanggal 15 Januari telah terjadi limpasan dari Sungai Plumbon yang berdampak di Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo. Air mulai naik sejak pukul tujuh malam dan baru mulai surut sekitar jam satu dini hari,” ujar Eko saat ditemui, Jumat (16/1/2026).

Baca juga: Sungai Plumbon Meluap, Hari Ini Semarang Barat Masih Terendam Banjir

Baca juga: Tren Kasus Perceraian di Semarang: Istri Tak Tahan Suami Kecanduan Judi Online

Rumah Solikin Jebol Dihantam Banjir, Karung Pasir Tak Bisa Menahan Luapan Sungai Waridin Kendal

20260116_Camat Tugu Semarang
KLARIFIKASI - Camat Tugu Semarang Eko Agus Padang Hariyanto saat ditemui Tribun Jateng, Jumat (16/1/2026)

Menurutnya, banjir tersebut berdampak pada seluruh warga di Kelurahan Mangkang Kulon serta sejumlah RW di Kelurahan Mangunharjo. Selain permukiman, sejumlah fasilitas pemerintah dan fasilitas umum juga ikut terendam.

 

“Fasilitas pemerintah yang terdampak antara lain Kantor Kelurahan Mangkang Kulon dan Puskesmas Mangkang. Selain itu, fasilitas masyarakat seperti masjid juga terdampak,” katanya.

 

Pasca-banjir, pihak kecamatan langsung bergerak cepat melakukan penanganan bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Semarang

 

Sejumlah OPD yang terlibat antara lain Dinas Pekerjaan Umum, Disperkim, BPBD, Damkar, hingga PDAM yang menerjunkan armada air bersih untuk membantu pembersihan lumpur.

 

“Alhamdulillah hari ini sudah kita tindak lanjuti dengan kerja bakti bersama. Fokus pembersihan kita prioritaskan di fasilitas umum, terutama masjid karena akan dipakai untuk salat Jumat, dan juga Puskesmas Mangkang,” jelasnya.

 

Eko menambahkan, sementara pembersihan rumah warga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dengan dukungan petugas yang membantu membersihkan jalan-jalan lingkungan di masing-masing wilayah terdampak.

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved