Berita Semarang
Dampak Limpasan Sungai Plumbon Semarang: 2 Kelurahan Terendam, Tanggul Jebol dan Jembatan Hanyut
Camat Tugu, Eko Agus Padang Hariyanto, memaparkan secara rinci dampak limpasan Sungai Plumbon Semarang
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Camat Tugu, Eko Agus Padang Hariyanto, memaparkan secara rinci dampak limpasan Sungai Plumbon yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) malam dan merendam dua kelurahan di wilayah Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Eko menjelaskan, luapan air mulai terjadi sejak Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Debit air terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada malam hari, sebelum akhirnya mulai berangsur surut sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
“Pada hari Kamis tanggal 15 Januari telah terjadi limpasan dari Sungai Plumbon yang berdampak di Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo. Air mulai naik sejak pukul tujuh malam dan baru mulai surut sekitar jam satu dini hari,” ujar Eko saat ditemui, Jumat (16/1/2026).
Baca juga: Sungai Plumbon Meluap, Hari Ini Semarang Barat Masih Terendam Banjir
Baca juga: Tren Kasus Perceraian di Semarang: Istri Tak Tahan Suami Kecanduan Judi Online
• Rumah Solikin Jebol Dihantam Banjir, Karung Pasir Tak Bisa Menahan Luapan Sungai Waridin Kendal
Menurutnya, banjir tersebut berdampak pada seluruh warga di Kelurahan Mangkang Kulon serta sejumlah RW di Kelurahan Mangunharjo. Selain permukiman, sejumlah fasilitas pemerintah dan fasilitas umum juga ikut terendam.
“Fasilitas pemerintah yang terdampak antara lain Kantor Kelurahan Mangkang Kulon dan Puskesmas Mangkang. Selain itu, fasilitas masyarakat seperti masjid juga terdampak,” katanya.
Pasca-banjir, pihak kecamatan langsung bergerak cepat melakukan penanganan bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Semarang.
Sejumlah OPD yang terlibat antara lain Dinas Pekerjaan Umum, Disperkim, BPBD, Damkar, hingga PDAM yang menerjunkan armada air bersih untuk membantu pembersihan lumpur.
“Alhamdulillah hari ini sudah kita tindak lanjuti dengan kerja bakti bersama. Fokus pembersihan kita prioritaskan di fasilitas umum, terutama masjid karena akan dipakai untuk salat Jumat, dan juga Puskesmas Mangkang,” jelasnya.
Eko menambahkan, sementara pembersihan rumah warga dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, dengan dukungan petugas yang membantu membersihkan jalan-jalan lingkungan di masing-masing wilayah terdampak.
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Minggu 10 Mei 2026, Sebagian Wilayah Cerah |
|
|---|
| PMII Walisongo Desak Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat dan Diproses Hukum |
|
|---|
| KAI Daop 4 Semarang Intensifkan Pemeriksaan Jalur Semarang–Cepu, Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| AKBP Basuki Dituntun 5 Tahun Atas Kematian Dosen Untag Semarang, Beraksi Kasar Saat Keluar Sidang |
|
|---|
| Kenapa Silayur Semarang Jadi Jalur Maut? Puluhan Korban Meregang Nyawa Tiap Tahunnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260116_Banjir-Mangkang-Semarang.jpg)