Breaking News
Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dari Rak Kaset ke Ruang Kolektif, Cerita Raffi dan Kaset Pita

Kaset pita, medium musik yang sempat dianggap usang kembali menemukan penggemarnya

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/budi susanto
TUNJUKKAN KOLEKSI - Raffi A. Laksono Kolektor Kaset Pita dan pendiri Toko Hari Cerah menunjukkan beberapa koleksi kaset pita miliknya, Senin (19/1/2026). Koleksi kaset pita milik Raffi dipanjang Ukara Coffee di Jalan Ampel Gading, Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dentingan gitar mengalun pelan, disusul desis halus khas pita kaset yang berputar.

Di sudut sebuah kedai kopi di Jalan Ampel Gading, Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, suara itu terdengar akrab, seolah membawa pengunjung kembali ke masa ketika musik dinikmati tanpa layar.

Aliran musik indie mengisi ruang. Sumbernya datang dari sebuah pemutar kaset pita yang masih berfungsi baik, tertata rapi di antara rak-rak berisi ratusan kaset berbagai genre. 

Neon box bertuliskan Toko Hari Cerah x Ukara Coffee menyala dengan warna oranye hangat, menjadi penanda bahwa tempat ini bukan sekadar kedai kopi.

Bagi sebagian anak muda, ruang ini menjadi tempat singgah. Bagi sebagian lainnya, tempat ini adalah rumah bagi bunyi. 

Baca juga: Pasar Slumpring Desa Cempaka Tegal Diserbu Ribuan Wisatawan: Jajanannya Bikin Khilaf

Kaset pita, medium musik yang sempat dianggap usang kembali menemukan penggemarnya.

Di tengah lantunan lagu, seorang pemuda tampak khusyuk membaca lirik yang tercetak di sampul kaset. 

Ia adalah Raffi A. Laksono, kolektor kaset pita sekaligus pendiri Toko Hari Cerah. Tangannya sesekali menyentuh pita kaset, seolah memastikan setiap detail tetap terjaga.

Raffi bercerita, ketertarikannya pada kaset pita bermula sekitar lima tahun lalu. Saat itu, sejumlah teman di lingkaran musik independen merilis album dalam format kaset pita.

“Saya mulai mengoleksi kaset pita lima tahun silam. Awalnya karena teman-teman musik mengeluarkan album berupa kaset pita, lalu saya koleksi. Lama-lama malah keasyikan berburu kaset pita dari berbagai genre,” ujar Raffi kepada Tribun Jateng, Senin (19/1/2026).

Sejak saat itu, berburu kaset menjadi rutinitas. Raffi menyusuri berbagai daerah di Indonesia demi menemukan rilisan fisik yang kini kian langka. 

Rak-rak kaset di ruangannya pun semakin penuh, memuat musisi lokal, band indie, hingga nama-nama internasional.

Menurut Raffi, tren kaset pita kini justru tumbuh di kalangan anak muda. Salah satu pemicunya adalah rilisan fisik terbatas dari band-band indie.

“Yang sekarang paling banyak diburu itu kaset pita band indie, karena mereka biasanya cuma merilis fisik secara limited. Jadi ada rasa eksklusifnya,” katanya.

Bagi Raffi, kaset pita menawarkan pengalaman mendengarkan musik yang berbeda. Bukan soal kejernihan suara, melainkan karakter bunyi yang dihasilkan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved