Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Takut Teror Penguasa Lahan, 8 PKL Pleburan Semarang Pilih Tutup

Sedikitnya delapan pedagang kaki lima (PKL) tidak berani membuka lapak setelah mengungkap pungutan liar sebesar Rp 20 ribu sehari di Semarang.

Tayang:
Kompas.com/Muchamad Dafi Yusuf
PEMALAKAN - Ilustrasi PKL di kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Mereka mengklaim resah karena setiap hari didatangi orang diduga ormas dan memalak uang Rp20 ribu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Persoalan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, mulai mengemuka. 

Sedikitnya delapan pedagang memilih tidak membuka lapak dalam beberapa hari terakhir karena resah, takut, dan merasa keselamatan mereka terancam.

Pantauan Tribunjateng.com, Selasa (27/1/2026) sore, di sepanjang Jalan Hayam Wuruk, kawasan Pleburan yang biasanya dikerumuni pembeli, tampak beberapa lapak tutup. 

Baca juga: Kisah Lengkap Pungli Linmas Pekunden Semarang

Seorang pedagang tampak hanya membenahi gerobaknya tanpa berjualan. 

Dia mengaku sudah dua hari tidak membuka lapak, memilih menunggu situasi lebih aman.

“Daripada tidak tenang, lebih baik tidak buka dulu. 

Situasinya lagi begini,” ujar pedagang tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dia menyebut, persoalan bermula dari permintaan uang Rp20 ribu per hari yang justru melebar ke berbagai urusan lain. 

Tekanan tersebut membuat para pedagang merasa serba salah.

“Kalau mau curhat soal urusan lahan, parkir, dan lain-lain itu panjang. 

Tapi keselamatan saya dan hubungan dengan orang sekitar juga tidak baik, jadi lebih baik diam dulu,” katanya.

Menurut dia, para PKL hanya ingin bisa berjualan dengan aman, tanpa intimidasi atau ancaman.

“Silakan saja orang di atas kalau mau urusan siapa menguasai lahan atau berebut lahan, tapi jangan kami pedagang yang kena imbasnya. Sudah hujan, sepi, dimintai uang segitu, sekarang jualan juga tidak tenang,” ungkapnya.

Meski demikian, tidak semua pedagang menutup lapak. 

Sejumlah PKL seperti penjual pukis, lekker, siomay, dan jajanan lain masih tampak berjualan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved