Angin Kencang
Ada 88 Kejadian Bencana Saat Angin Kencang Menerjang Semarang Hari Ini
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang memicu sedikitnya 88 kejadian bencana hidrometeorologi.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang memicu sedikitnya 88 kejadian bencana hidrometeorologi, Rabu (18/2/2026). Angka itu tercatat hingga sore.
Data sementara dari BPBD Kota Semarang, kejadian tersebut terdiri atas 3 tanah longsor, 31 atap rumah roboh, 53 pohon tumbang, dan 1 papan reklame roboh yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Satu di antara peristiwa paling fatal terjadi di Jalan Bendungan Raya, di mana sebuah pohon tumbang menimpa sepeda motor yang melintas. Tiga orang menjadi korban, dengan rincian satu orang meninggal dunia (seorang ibu), satu orang mengalami luka-luka, dan satu anak kecil turut menjadi korban.
Selain itu, sejumlah pohon tumbang juga menimpa rumah warga, kendaraan, warung, hingga menutup akses jalan utama di berbagai titik kota.
Dari total 88 kejadian, pohon tumbang menjadi peristiwa terbanyak dengan 53 titik. Beberapa lokasi terdampak antara lain di kawasan Imam Bonjol, Pandanaran, Arteri Yos Sudarso, Bendan Duwur, Jatingaleh, Ngaliyan, hingga Tembalang.
Sejumlah pohon tumbang juga dilaporkan menimpa rumah warga di Tambak Boyo, Pakintelan, Plamongan, dan Pedurungan. Bahkan, di beberapa lokasi pohon tumbang menutup separuh badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas.
Angin kencang juga menyebabkan 31 atap rumah warga roboh atau genting beterbangan. Kejadian tersebar di wilayah Gemah Pedurungan, Pringgodani, Lempongsari, Bandarharjo, Candisari, Tandang, hingga Ngaliyan.
Selain rumah, atap bangunan lain seperti lapak UMKM dan fasilitas umum turut terdampak.
Sementara itu, tiga kejadian tanah longsor tercatat di kawasan Sendang Nganten Tinjomoyo, Griya Rowosari Permai, dan Grand Permata Tembalang. Longsoran material sempat mengganggu akses warga.
Sementara itu, satu papan reklame dilaporkan roboh akibat terjangan angin kencang di wilayah Semarang Utara.
Tim BPBD Kota Semarang melakukan assessment dan penanganan di lapangan, termasuk pemasangan terpal di sejumlah titik terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
"Serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir: banjir, tanah longsor, dan angin kencang sebagai ancaman utama, karena cuaca ekstrim diperkirakan masih akan berlangsung sampai dengab akhir Februari 2026," jelas Endro.
Hingga sore hari, lanjut Endro, sebagian genangan air dilaporkan mulai surut. Namun, proses pembersihan material pohon tumbang dan penanganan rumah terdampak masih berlangsung di sejumlah lokasi.
BPBD memastikan melakukan pemantauan dan pembaruan informasi apabila terdapat perkembangan signifikan. (idy)
| Belasan Rumah di Sidareja dan Wanareja Cilacap Rusak Diterjang Angin Kencang |
|
|---|
| Hujan Disertai Angin Ribut Merusak Tiga Rumah dan Atap Teras Kantor Desa Sridadi Brebes |
|
|---|
| Diterpa Hujan dan Angin, Dua Rumah di Bulaksari Pekalongan Ambruk |
|
|---|
| "Atap Berterbangan" Kesaksian Suwarno Tentang Dahsyatnya Angin Ribut di Karanganyar |
|
|---|
| Tiga Penerbangan Dialihkan ke Semarang Kamis Sore, Bandara Juanda Diterjang Angin Kencang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Cuaca-ekstrem-berupa-hujan-lebat-disertai-angin.jpg)