Kota Semarang
Disperkim Kota Semarang Baru Punya 7 Unit Mobil Penanganan Pohon, Idealnya 16
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengusulkan penambahan armada operasional.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengusulkan penambahan armada operasional untuk mempercepat penanganan pohon rawan tumbang di berbagai wilayah kota. Saat ini, jumlah armada yang dimiliki dinilai masih terbatas dibandingkan kebutuhan pelayanan di lapangan.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan pihaknya saat ini memiliki tujuh armada yang digunakan untuk penanganan pohon, termasuk perempelan dan penebangan.
Tahun 2026 ini, Disperkim berencana mengusulkan tambahan lima armada kepada Wali Kota Semarang.
“Idealnya kami memiliki sekitar 16 armada. Saat ini baru ada tujuh armada. Tahun ini kami mengusulkan tambahan kemungkinan lima armada kepada Ibu Wali Kota, bertahap lah bertahap karena menyesuaikan kemampuan APBD," kata Pipie sapaan Murni Ediati.
Baca juga: Kondisi Terkini Pasar Darurat Ngawen Blora Setelah Terbakar Semalam
Baca juga: 86 Pohon Tumbang, Disperkim Semarang Gemes Lihat Banyak Poster Dipaku yang Bikin Umur Pohon Pendek
Menurut dia, pengadaan armada membutuhkan biaya besar. Untuk satu unit dump truck saja, ia menyebut harganya sekitar Rp600 juta. Sementara armada skylift dapat mencapai lebih dari Rp1 miliar per unit.
Sementara itu, terkait dengan pohon tumbang ini langkah antisipasi dilakukan melalui program peremajaan pohon. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan berdasarkan data inventarisasi pohon milik Pemerintah Kota Semarang.
Ia menyebutkan, pohon yang berpotensi tumbang tidak langsung ditebang. Biasanya, pihaknya terlebih dahulu menanam pohon pengganti agar tetap menjaga tutupan hijau di kawasan tersebut.
"Biasanya kita enggak langsung (tebang). Tapi di antara pohon itu kita tanami pohon dulu supaya tumbuh, baru ini kita tebang," katanya.
Ia melanjutkan, pemantauan terhadap usia pohon turut dilakuka untuk memprediksi potensi kerawanan tumbang di masa mendatang.
Berdasarkan pemetaan sementara, wilayah yang memiliki potensi pohon tumbang lebih tinggi umumnya berada di kawasan pinggiran kota atau ring dua dan ring tiga.
Pipie menyebut, beberapa wilayah yang kerap menjadi perhatian antara lain Gunungpati, Ngaliyan, Mijen, Banyumanik, dan Tembalang.
"Kalau di pusat kota relatif tidak begitu banyak yang rawan," ucapnya.
Di sisi itu, perempelan atau perapian pohon di berbagai jalur jalan dilakukan secara bergilir dari satu jalur ke jalur lainnya.
"Biasanya di satu jalur, satu jalur gitu. Tapi karena armada kita terbatas, pelayanan kita kan juga banyak, tidak hanya di ruang milik jalan aja, tapi di dalam lahan. Nah, kalau di dalam lahan berbayar," imbuhnya. (idy)
| Penjelasan Dinas Kesehatan Soal Hantavirus di Kota Semarang |
|
|---|
| Respons Wali Kota Agustina Soal Tanah Gerak di Kalialang: Siapkan Pengungsian Sementara |
|
|---|
| "Melaut Malah Tekor" Nasib Nelayan di Pesisir Semarang saat Solar Langka dan Dexlite Mahal |
|
|---|
| 41 dari 130 Armada Diremajakan, BRT Trans Semarang Dikejar Tuntas September 2026 |
|
|---|
| Ada 174 SPPG Aktif di Kota Semarang, BGN Minta Pengawasan Ketat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260305_Pohon-Tumbang-di-kawasan-jalan-Fatmawati-Semarang_1.jpg)