Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kota Semarang

Disperkim Kota Semarang Baru Punya 7 Unit Mobil Penanganan Pohon, Idealnya 16

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengusulkan penambahan armada operasional.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
POHON TUMBANG - Pohon Tumbang di kawasan jalan Fatmawati Semarang mulai dievakuasi dan dibersihkan, Kamis (5/3/2026). Pohon tumbang tersebut menjadi salah satu titik dampak dari kejadian angin puting beliung pada Rabu malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang mengusulkan penambahan armada operasional untuk mempercepat penanganan pohon rawan tumbang di berbagai wilayah kota. Saat ini, jumlah armada yang dimiliki dinilai masih terbatas dibandingkan kebutuhan pelayanan di lapangan.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan pihaknya saat ini memiliki tujuh armada yang digunakan untuk penanganan pohon, termasuk perempelan dan penebangan.

Tahun 2026 ini, Disperkim berencana mengusulkan tambahan lima armada kepada Wali Kota Semarang.

“Idealnya kami memiliki sekitar 16 armada. Saat ini baru ada tujuh armada. Tahun ini kami mengusulkan tambahan kemungkinan lima armada kepada Ibu Wali Kota, bertahap lah bertahap karena menyesuaikan kemampuan APBD," kata Pipie sapaan Murni Ediati.

Baca juga: Kondisi Terkini Pasar Darurat Ngawen Blora Setelah Terbakar Semalam

Baca juga: 86 Pohon Tumbang, Disperkim Semarang Gemes Lihat Banyak Poster Dipaku yang Bikin Umur Pohon Pendek

Menurut dia, pengadaan armada membutuhkan biaya besar. Untuk satu unit dump truck saja, ia menyebut harganya sekitar Rp600 juta. Sementara armada skylift dapat mencapai lebih dari Rp1 miliar per unit.

Sementara itu, terkait dengan pohon tumbang ini langkah antisipasi dilakukan melalui program peremajaan pohon. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan berdasarkan data inventarisasi pohon milik Pemerintah Kota Semarang.

Ia menyebutkan, pohon yang berpotensi tumbang tidak langsung ditebang. Biasanya, pihaknya terlebih dahulu menanam pohon pengganti agar tetap menjaga tutupan hijau di kawasan tersebut.

"Biasanya kita enggak langsung (tebang). Tapi di antara pohon itu kita tanami pohon dulu supaya tumbuh, baru ini kita tebang," katanya.

Ia melanjutkan, pemantauan terhadap usia pohon turut dilakuka untuk memprediksi potensi kerawanan tumbang di masa mendatang.

Berdasarkan pemetaan sementara, wilayah yang memiliki potensi pohon tumbang lebih tinggi umumnya berada di kawasan pinggiran kota atau ring dua dan ring tiga.

Pipie menyebut, beberapa wilayah yang kerap menjadi perhatian antara lain Gunungpati, Ngaliyan, Mijen, Banyumanik, dan Tembalang.

"Kalau di pusat kota relatif tidak begitu banyak yang rawan," ucapnya.

Di sisi itu, perempelan atau perapian pohon di berbagai jalur jalan dilakukan secara bergilir dari satu jalur ke jalur lainnya.

"Biasanya di satu jalur, satu jalur gitu. Tapi karena armada kita terbatas, pelayanan kita kan juga banyak, tidak hanya di ruang milik jalan aja, tapi di dalam lahan. Nah, kalau di dalam lahan berbayar," imbuhnya. (idy)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved