Berita Semarang
Gerbang Tol Kalikangkung Semarang Diperluas, Ada Tambahan 9 Gardu Satelit
Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang diperluas dengan tambahan sembilan gardu satelit baru sehingga total gardu transaksi ada 17 unit.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
Komisaris PT Jasa Marga Maintenance Road Toll, Nasarudin sebelumnya memastikan pekerjaan pelebaran gerbang telah rampung dan siap mendukung kelancaran arus mudik.
“Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum H-10 Lebaran. Setelah itu, pekerjaan dihentikan agar tidak mengganggu arus mudik,” kata Nasarudin, Minggu (8/3/2026).
Dia menegaskan, pihaknya memastikan tidak ada pekerjaan konstruksi yang menghambat perjalanan pemudik menjelang puncak arus mudik.
“Kami memastikan dari sisi infrastruktur jalan tol tidak ada kendala, sehingga para pemudik dapat melakukan perjalanan aman dan lancar,” ujarnya.
Baca juga: Tol Fungsional Bawen-Ambarawa Hanya Buka Hingga Pukul 17.00
• Jukir Citarum Semarang Intimidasi ART, Dilarang Pergi Sebelum Bayar Parkir Rp3.000
Jalan Baru Lebih Lebar
Perluasan itu juga mencakup pembangunan jalur baru selebar sekitar empat meter di sisi kiri jalur utama arah Semarang.
Permukaan jalan menggunakan perkerasan beton (rigid pavement) yang terlihat masih baru dan bersih.
Di awal jalur perluasan tersebut juga terpasang gawang pembatas ketinggian permanen bertuliskan “TINGGI MAKS. 4,2 m”, menandakan jalur tetap dapat dilalui kendaraan besar dengan pengawasan batas tinggi kendaraan.
Dengan tambahan gardu itu, kapasitas transaksi di gerbang tol diharapkan meningkat signifikan sehingga kendaraan pemudik tidak lagi menumpuk di titik yang selama ini dikenal sebagai “bottleneck” menuju Kota Semarang.
Gerbang Tol Kalikangkung menjadi titik vital dalam sistem jalan tol Trans Jawa.
Lokasinya merupakan pintu transaksi akhir bagi kendaraan dari arah barat, Jakarta dan Cirebon, sebelum masuk jaringan Tol Semarang ABC yang mengarah ke Solo, Surabaya, maupun jalur Pantura.
Karena menjadi titik akhir dari skema one way nasional yang biasanya diterapkan dari KM 72 Cikampek hingga KM 414 Kalikangkung, area itu kerap menjadi titik penumpukan kendaraan saat musim mudik.
Harapan Calon Pemudik
Rencana penambahan gardu dan pelebaran gerbang tol itu direspons oleh calon pemudik.
Fadhil (29), warga Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, mengatakan bahwa dirinya hampir setiap tahun mudik ke Kota Semarang untuk mengunjungi rumah kakek dan neneknya di Jatingaleh.
Dia mengaku pernah mudik menggunakan mobil pribadi, namun perjalanan sering terhambat kemacetan panjang di sejumlah ruas tol.
“Kalau mudik naik mobil paling macet antara keluar Jakarta sampai Cirebon, di Cipali dan Palikanci. Kalau masuk Kalikangkung macetnya lumayan, tapi tidak separah di Cirebon,” ungkap dia.
| Organda Semarang Usul Hapus Pertalite Asal Transportasi Massal Digratiskan |
|
|---|
| Sosok Madina Gadis Tunarungu di Semarang, Jadi Desainer Hasil Otodidak, Ngaku Sempat Diremehkan |
|
|---|
| Polder Tawang dan Tanjungmas Jadi Sarang Ikan Sapu-sapu, Pemkot Semarang Mulai Lakukan Pemetaan |
|
|---|
| Gadis 15 Tahun di Semarang Utara Diduga Dibakar Pamannya, Polisi Kejar Pelaku |
|
|---|
| Duduk Perkara Remaja 15 Tahun asal Semarang Diduga Dibakar Pamannya karena Menolak Disuruh Mandi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260311-_-Gerbang-Tol-Kalikangkung-Semarang.jpg)