Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Hapus Stigma Radikal, Cerita Bripka Purnomo Rangkul Eks Napiter Semarang Jadi Pelaku UMKM

Personel Sat Binmas Polrestabes Semarang, Bripka Purnomo Budi Setiyawan yang telah membuka jalan bagi eks napiter agar kembali diterima masyarakat.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
CEK PRODUK UMKM - Personel Sat Binmas Polrestabes Semarang, Bripka Purnomo Budi Setiyawan, mengecek produk UMKM yang dijelaskan oleh Dias, pegawai Pemkot Semarang, sebagai referensi ide usaha bagi para eks napiter binaannya di Gedung PLUT UMKM, Gayamsari, Kota Semarang, Kamis (23/4/2026). Upaya itu merupakan bagian dari pendampingan yang dia lakukan untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membuka jalan legalitas usaha bagi eks napiter agar dapat kembali diterima di masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG — Di sebuah ruangan pelatihan, puluhan pria dan wanita duduk memperhatikan materi tentang legalitas usaha di Gedung UPTD PLUT KUMKM, Jalan Slamet Riyadi 4B, Gayamsari, Kota Semarang, Kamis (23/4/2026).

Beberapa dari mereka adalah mantan narapidana terorisme (eks napiter) yang kini sedang berusaha memulai hidup baru dengan merintis usaha.

Kehadiran para eks napiter tersebut terjadi dinilai karena adanya campur tangan sosok polisi yang membuka pintu masuk.

Baca juga: Buka Puasa dalam Satu Meja, Ketika Eks Napiter dan Yayasan Kristen Berbagi Kuah Gulai di Semarang

Hal itu diinisiasi seorang personel Sat Binmas Polrestabes Semarang, Bripka Purnomo Budi Setiyawan yang telah membina, mendampingi, dan membuka jalan bagi eks napiter agar kembali diterima masyarakat.

Dia menjembatani 20 eks napiter dari Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) untuk mengikuti pelatihan pendaftaran izin usaha tersebut.

Pelatihan itu berlangsung selama tujuh hari dan diharapkan menjadi tahap awal menuju kemandirian ekonomi.

“Kami menaungi mantan narapidana terorisme. 

Dari pelatihan izin berusaha ini merupakan pintu masuk usaha pengembangan mikro bagi teman-teman (eks napiter),” ujar Bripka Purnomo.

Menurut dia, pendekatan ekonomi menjadi strategi penting dalam mencegah kembalinya paham radikal. 

Dia menekankan bahwa kemandirian finansial bisa menjadi benteng awal agar eks napiter tidak kembali ke jaringan lama.

“Harapannya usaha bisa lancar, punya legalitas, dan bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga mereka sendiri,” katanya.

Melawan Stigma

Bripka Purnomo meyakini, tantangan terbesar bukan soal modal atau keterampilan, melainkan stigma.

Dia mengakui, penolakan dari masyarakat masih sering terjadi. 

Bahkan, dalam proses deradikalisasi, tidak semua pihak langsung menerima kehadiran para eks napiter.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved