Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Fakta Mengejutkan Kasus Pembakaran Anak di Semarang, Ternyata Sudah Sering Dianiaya

Seorang remaja perempuan berinisial T (15), warga Kecamatan Semarang Utara, mengalami luka bakar setelah diduga disiram bensin

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
PIXABAY/Myriams-Fotos
Ilustrasi api. 

Ringkasan Berita:
  • Remaja 15 tahun di Semarang menjadi korban pembakaran oleh pamannya sendiri setelah diduga disiram bensin.
  • Terungkap korban telah mengalami kekerasan berulang sebelum kejadian, namun tidak pernah dilaporkan.
  • Pelaku masih dalam pengejaran polisi, sementara korban kini dalam penanganan instansi terkait.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kota Semarang.

Seorang remaja perempuan berinisial T (15), warga Kecamatan Semarang Utara, mengalami luka bakar setelah diduga disiram bensin dan dibakar oleh pamannya sendiri, Sabtu (18/4/2026) sore.

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB dan bermula dari hal sepele.

Korban disebut diminta mandi oleh pelaku, namun tidak segera menuruti permintaan tersebut.

Situasi kemudian memanas hingga pelaku diduga nekat melakukan tindakan kekerasan ekstrem.

Pelaku yang tersulut emosi mengambil cairan dalam botol plastik yang diduga berisi bensin, lalu menyiramkannya ke tubuh korban sebelum menyulut api menggunakan korek.

Korban sempat terbakar dan berteriak meminta pertolongan warga.

Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berupaya memadamkan api dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Panti Wilasa untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar pada bagian punggung dan lengan kanan.

Kondisi korban saat ini dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intensif.

Baca juga: Update Terbaru Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Minggu 26 April 2026, Cek Rinciannya

 

Terungkap Kondisi Keluarga Korban

Di balik kejadian ini, terungkap kondisi keluarga korban yang cukup kompleks.

Lurah setempat, Suyoko, menyebut korban tidak sepenuhnya tinggal bersama ibu kandungnya.

“Anaknya itu ikut mbahnya di sana. Sementara ibunya tinggal di daerah saya,” ujar Suyoko ditemui Tribun Jateng, Sabtu (25/4/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved