Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Pratama Arhan Lulus dari Udinus Semarang, Wisudawan Pertama Terima Ijazah Blockchain

Pratama Arhan resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti prosesi wisuda ke-87 Udinus Semarang, Rabu (29/4/2026).

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
TERIMA BLOCKCHAIN - Pemain sepak bola nasional Pratama Arhan menerima ijazah blockchain dari Rektor Udinus dalam wisuda ke-87 di Patra Hotel Semarang, Rabu (29/4/2026). 

Sementara itu, Pratama Arhan bangga dapat menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional yang harus membagi waktu antara klub dan tim nasional.

“Alhamdulillah, saya senang bisa lulus dan mendapatkan ijazah blockchain. Ini jadi kebanggaan tersendiri,” kata Arhan.

Dia juga mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Udinus dengan mengambil program studi komunikasi melalui jalur beasiswa.

“Harapannya bisa mengikuti pembelajaran secara langsung atau tatap muka, supaya kemampuan komunikasi saya juga semakin baik,” ujarnya.

Baca juga: Sosok Sutrisno Ayah Pratama Arhan di Mata SSB Putra Mustika Blora

Dokter Gadungan Ini Ternyata Eks Finalis Putri Indonesia, Buka Praktik Ilegal Sejak 2019

RSCM Jakarta Berduka, Faridah Utami Korban Kecelakaan KA di Bekasi, Dimakamkan di Boyolali

Meski menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara karier sepak bola dan kuliah, Pratama Arhan mendapat dukungan penuh dari klubnya di Thailand walaupun statusnya sebagai pemain asing. 

“Tim sangat support. Saya sempat izin untuk menyelesaikan kuliah, dan mereka mendukung,” tambahnya.

Selain Arhan, atlet nasional lain yang diwisuda kali ini adalah pevoli putri yang terakhir tercatat memperkuat Jakarta Pertamina Enduro di ajang Proliga 2026, Yesky Pentakusumo.

Kehadiran inovasi blockchain bahkan mendapat apresiasi internasional dari Igor Arkhypenko selaku Chief Information Officer Dubai Blockchain Center.

Dia menyatakan bahwa ini merupakan momen perdana di mana teknologi blockchain diimplementasikan oleh universitas untuk keperluan ijazah.

"Banyak orang mengira blockchain hanya berkaitan dengan sektor finansial atau mata uang kripto."

"Namun, ini menjadi kesempatan luar biasa untuk menunjukkan bahwa blockchain dapat diterapkan pada area penting seperti dokumen dan verifikasi keaslian ijazah," ujar Igor.

Menurutnya, Udinus menjadi bagian dari langkah besar yang memungkinkan mahasiswa membuktikan pencapaian mereka di belahan dunia mana pun hanya dalam hitungan detik.

Teknologi ini akan memangkas proses translasi serta atestasi yang rumit untuk melamar pekerjaan di luar negeri menjadi instan.

Senada hal tersebut, Ketua LLDikti Wilayah VI Jateng, Aisyah Endah Palupi turut memberikan apresiasi tinggi kepada Udinus.

Baginya, kehadiran teknologi ini sangat menguntungkan para lulusan dalam proses rekrutmen melalui pemindaian barcode, baik di dalam maupun luar negeri.

"Kami berharap dengan blockchain ini, ke depannya minimal ijazah bisa bersifat bilingual atau tersedia dalam Bahasa Inggris."

"Hal ini penting agar para lulusan bisa langsung berkiprah dan berkompetisi mencari pekerjaan di Eropa, Amerika, Australia, hingga negara lainnya," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved