Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Maryam Terseret Arus saat Cek Tanggul Sungai Plumbon yang Jebol

Banjir yang terjadi di Kota Semarang, pada Jumat (16/5/2026) malam, memakan dua korban jiwa.

Tayang:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Minggu 17 Mei 2026 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Banjir yang terjadi di Kota Semarang, pada Jumat (15/5/2026) malam, memakan korban.

Dua warga ditemukan tak bernyawa di tempat terpisah, pada Sabtu (16/5) pagi.

Kedua jenazah tersebut merupakan korban yang sempat terseret banjir di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, dan Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, pada Jumat malam.

Korban meninggal bernama Kurnia Suci Marsella (22), warga Perbalan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara.

Jenazah korban ditemukandi belakang rumah di Jalan Sriyatno, RT 02 RW 04, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, pada Jumat pukul 19.30. 

Adapun korban kedua, Maryam (71), lansia warga RT 01 RW 01 Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu.

Maryam diduga hanyut saat mengecek tanggul Sungai Plumbon yang jebol, pada Jumat malam.

Rumah Maryam berada tepat di depan titik tanggul yang jebol sepanjang sekitar 40 meter. 

Baca juga: Aspal dan Paving Block Kampung Sriyatno Kocar-kacir Diterjang Banjir 

Jenazah Maryam ditemukan, pada Sabtu pukul 07.45, sekitar satu kilometer dari lokasi awal diduga hanyut. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto mengatakan, semua korban telah ditemukan.

"Ada dua korban meninggal dunia," kata Endro saat dikonfirmasi, Sabtu.

Terseret arus

Sebelumnya, pada Jumat pukul 19.30, warga RT 02 RW 04 Kelurahan Purwoyoso, Ngaliyan, digegerkan oleh penemuan jenazah perempuan di area sempit dekat kandang ayam di antara dua rumah.

Awalnya warga melihat bagian tangan korban muncul di tengah genangan dan lumpur banjir.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi dengan cara estafet lantaran akses menuju lokasi cukup sempit.

Komandan Tim Rescue Kantor SAR Semarang, Nur Mustofa mengatakan, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan kondisi tubuh membiru akibat terlalu lama berada di air.

“Korban perempuan, rambut panjang ikal dan tubuh agak gemuk. Saat ditemukan pakaian luar sudah terlepas,” ujar Mustofa.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard mengatakan, saat kejadian korban sedang melintas dengan sepeda motor.

"Menurut keterangan dari bapak kandung korban, sekitar pukul 17.00 korban berangkat dari rumah di Perbalan, Purwosari, Semarang Utara, menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna krem bernomor polisi H 5226 EAA menuju Kawasan Industri Gatot Subroto (Gatsu) Ngaliyan," kata Aliet, Sabtu. 

Korban diduga terseret arus banjir karena KIC sedang terjadi hujan yang deras sehingga debit air meningkat dan arus cukup kuat.

"Diduga karena hujan deras di kawasan tersebut, korban kemudian terbawa arus banjir," lanjutnya.

Sementara itu, Maryam diduga tersapu arus banjir akibat tanggul Sungai Plumbon jebol.

Berdasarkan informasi warga, korban yang sudah lanjut usia tersebut tersapu derasnya air sesaat setelah tanggul sungai di depan rumahnya jebol, pada Jumat pukul 18.30. 

Saat itu, Maryam diduga keluar rumah untuk melihat kondisi tanggul.

Namun derasnya arus membuat tubuh rentanya terseret aliran air menuju saluran irigasi, area persawahan, hingga tambak di belakang permukiman warga.

Pada Sabtu pagi, jenazah Maryam ditemukan di area belakang rumah atau sekitar satu kilometer dari lokasi awal diduga terseret arus banjir akibat tanggul Sungai Plumbon yang jebol.  

“Baru saja ditemukan sekitar pukul 07.45 di belakang rumah sekitar TKP kurang lebih 1 kilometer. Betul namanya Maryam,” ujar Kapolsek Tugu, Kompol Fajar Widyanto, Sabtu.

Tanggapan wali kota

Banjir merendam dua wilayah di Kota Semarang, yakni Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu dan Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.

Sebanyak 313 kepala keluarga (KK) di Kota Semarang, juga terdampak luapan Sungai Silandak dan Sungai Plumbon, pada Jumat malam. 

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan, selain genangan air, sebuah tanggul di wilayah RT 01 RW 01 Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, jebol sepanjang kurang lebih 40 meter yang memperparah dampak banjir di pemukiman warga.

"Meskipun Sungai Plumbon secara teknis berada di bawah kewenangan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai—Red), Pemkot Semarang tidak akan tinggal diam dan segera mengambil langkah darurat," kata Agustina, Sabtu.  

Menurut Agustina, intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu Ungaran, Kabupaten Semarang, bagian timur serta wilayah lokal Ngaliyan memicu limpasan air yang tidak terbendung di aliran Sungai Silandak dan Sungai Plumbon.

"Kami akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu,” tegasnya.  

Pemkot Semarang akan bersinergi dengan BBWS Pemali Juana untuk melakukan penguatan tanggul menggunakan ribuan karung pasir sand bag serta pemasangan trucuk bambu sebagai penahan sementara.

Selain penanganan di aliran sungai, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang juga melakukan pembersihan material lumpur pekat yang menutup jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan.  

Langkah ini diambil secara cepat menggunakan truk tangki air dan alat berat agar jalur utama yang menghubungkan Semarang dan Boja tersebut dapat dilalui kendaraan dengan aman. 

"Petugas pembersihan lumpur masih bekerja di Silayur. Saya minta warga bersama jajaran kelurahan melakukan gotong royong massal untuk membersihkan lingkungan masing-masing," lanjutnya.  

Agustina menambahkan, koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memetakan titik-titik rawan luapan air di wilayah Semarang Barat untuk mencegah kejadian serupa.  

Dia mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan selalu memantau informasi peringatan dini dari instansi terkait. 

“Kami berkomitmen untuk mendampingi seluruh warga terdampak hingga situasi kembali kondusif dan aktivitas ekonomi berjalan normal,” ucapnya. (Rezanda Akbar/Reza Gustav) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved