Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Sosok Kempho Antaka, Guru Seni Rupa Semarang yang Temukan Panggungnya Lewat Dongeng

Pria kelahiran Semarang, 23 Juli 1978 itu mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi pendongeng profesional.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
MENDONGENG - Kempho Antaka, pendongeng asal Semarang saat ditemui Daycare Kota Semarang, Jalan Durian Raya, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (21/5/2026). Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nama Kempho Antaka mungkin lebih dikenal sebagai pendongeng anak.

Namun, di balik itu, ia sebenarnya memulai perjalanan dari dunia seni rupa dan pendidikan.


Pria kelahiran Semarang, 23 Juli 1978 itu mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi pendongeng profesional.

 Dunia bercerita, justru datang dari kegelisahannya sebagai guru melihat metode belajar anak-anak yang terlalu kaku.


"Jadi ceritanya itu kenapa saya jadi pendongeng ya enggak ada keinginan dari awal cita-cita, Kak. Jadi karena mendongeng itu menurut saya penting," ujar pria yang akrab disapa Kak Kempho itu saat ditemui Tribun Jateng di sela aktivitasnya mendongeng di Daycare Kota Semarang, Jalan Durian Raya, Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (21/5/2026).


Sejak kecil, Kempho sudah akrab dengan aktivitas kreatif. Ia kerap mengumpulkan teman-temannya untuk bermain drama hingga membuat wayang sederhana dari kertas minyak dan lampu sentir.


Ketertarikannya pada seni kemudian membawanya kuliah di Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang.


"Jadi basic saya sebenarnya seni rupa," katanya.


Kak Kempho bercerita, awal mula dirinya mendongeng secara serius terjadi saat kuliah. Ketika mengikuti lomba penelitian mewakili kampus, Kempho meneliti metode pembelajaran menggambar di sekolah dasar. Ia melihat sebagian guru masih mengajarkan menggambar dengan pola mencontoh gambar di papan tulis.

Baca juga: Viral di Media Sosial, Coffee Shop di Solo Dituding Jadi Tempat Nongkrong LGBT


"Yang akhirnya enggak jauh-jauh dari gunung kembar, matahari ngintip gitu dan sawah kotak-kotak," ujarnya.


Dari situ, ia mencoba menggunakan metode bercerita untuk memancing imajinasi anak sebelum menggambar. Hasilnya di luar dugaan. Anak-anak justru lebih bebas berkreasi dan mampu menjelaskan kembali gambar mereka lewat cerita masing-masing.


"Walaupun waktu itu saya ikut lomba penelitian enggak menang, tapi saya senang sekali karena akhirnya mendapatkan hikmah, mendapatkan ilmu, tahu, benar-benar tahu kalau 'Oh, anak-anak SD itu senang sekali didongengin'," ungkap Kak Kempho.


Pengalaman itu terus ia bawa saat menjadi guru TK. Mendongeng menjadi bagian rutin di kelas hingga murid-muridnya selalu menunggu sesi cerita. Kemampuannya kemudian semakin dikenal setelah mengikuti lomba kreativitas guru sekitar tahun 2005-2006.


“Alhamdulillah, saya juara nasional untuk lomba membuat gambar seri dan mendongeng itu," ujarnya.


Prestasi tersebut menjadi titik balik. Kempho mulai diminta memberikan pelatihan mendongeng bagi guru PAUD di berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, pengalaman pertama menjadi narasumber justru langsung di tingkat nasional.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved