Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kronologi Kecelakaan Tewaskan 4 Orang di sragen, Polisi Buru Pengendara Pikap yang Tabrak 1 Keluarga

Kronologi kecelakaan mau yang menewaskan empat orang terdiri atas satu keluarga di Sragen

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
TRIBUN SOLO
TABRAK LARI - Satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu, dan 2 anak, meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari di Jalan Gedongan-Pungsari, di Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Senin (27/10/2025) malam. (TRIBUN SOLO) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kronologi kecelakaan mau yang menewaskan empat orang terdiri atas satu keluarga di Sragen.

Kecelakaan tepatnya terjadi di Jalan Gedongan–Pungsari, Desa Gedongan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Senin (27/10/2025) malam.

Peristiwa ini merupakan tabrak lari dan polisi masih memburu pengendara mobil pikap tak dikenal yang diduga menjadi pelaku .

Baca juga: Fakta Lengkap Kecelakaan Maut Bus PO Haryanto di Tol Batang 3 Meninggal: Saat Itu Hujan Sangat Deras

Pembunuhan Brigadir Nurhadi: Kompol Yogi Nikmati Rokok Usai Dorong Bawahan ke Kolam, Siapkan Siasat

Viral Video Istri Gerebek Suami di Kafe Wonosobo Disebut Bersama ASN, BKD Berikan Klarifikasi

Penjelasan Medis Pihak Rumah Sakit Hasil Autopsi Pendaki Meninggal Gancet di Gunung Jawa Barat

Korban merupakan satu keluarga asal Desa Jembangan, Kecamatan Plupuh, yakni Saiful Anwar (32), istrinya Unik Yuwanti (29), serta dua anak mereka, Alikha (7) dan Amira (5). Keempatnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Ketua PSC 119 Sukowati, Udayanti Proborini, melalui Sekretaris PSC 119 Sukowati, Nengah Adnyana Oka Manuaba, membenarkan bahwa seluruh korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Hasil asesmen rekan-rekan kami di lapangan, keempat korban meninggal dunia, keempat korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Soeratno Gemolong," ujar Nengah kepada TribunSolo.com, Selasa (28/10/2025).

Masing-masing korban, Saiful Anwar mengalami patah tulang terbuka di dahi, lebam mata kanan, serta perdarahan dari hidung dan mulut.

Unik Yuwanti mengalami hematom di dahi kiri, lecet di pipi kiri, sobek bibir bawah sekitar 2 cm, serta perdarahan dari hidung dan mulut.

Alikha mengalami luka sobek di kepala belakang, lecet di dahi dan pipi kanan, perdarahan dari telinga, hidung, dan mulut, serta patah tertutup di bahu kiri.

Amira mengalami lecet dari dahi kanan hingga pipi kanan, serta perdarahan dari hidung dan mulut.

Kronologi

Kasat Lantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tirto Satria Leksono, menjelaskan bahwa saat kejadian, korban sekeluarga tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AD 5065 AHE dari arah selatan ke utara.

Sementara itu, mobil pikap tak dikenal melaju dari arah berlawanan, yakni utara ke selatan.

"Mendekati lokasi kejadian, diduga pengendara sepeda motor Honda Beat melintas lumpur yang berada di badan jalan, kemudian tergelincir dan terjatuh," ungkap Kukuh.

"Bersamaan dari arah berlawanan, melaju mobil pikap tak dikenal, sehingga membentur pengendara dan pembonceng sepeda motor Honda Beat. Setelah benturan, mobil tak dikenal tersebut meninggalkan lokasi kejadian," tambahnya.

(TribunSolo.com)

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved