Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Readers Note

Anggit Grahito: Mencabut Dosen dari Menara Gading

Mereka adalah individu-individu dengan tingkat pendidikan tertinggi, pemegang gelar doktor dan magister

Tayang:
Editor: iswidodo
TRIBUN JATENG
Oleh DR Anggit Grahito Wicaksono, SPd, MPd Dosen Universitas Slamet Riyadi Surakarta 

Pekerjaan rumah tak berhenti di internal kampus. Pemerintah harus berani lompatan kebijakan: naikkan anggaran riset dari 0,25 persen PDB mendekati standar ASEAN, sederhanakan birokrasi, beri kami ruang bernapas. Jadikan riset panglima dalam kebijakan publik, jangan lahir dari kalkulasi politik semata.

Kepada industri, kami menanti uluran tangan. Jangan jadikan kampus sekadar pemasok tenaga kerja murah. Ajak dosen duduk di divisi R&D, beri gambaran problem riil. Jika riset kami meningkatkan efisiensi, beri royalti pantas. Kolaborasi ini investasi bisnis jangka panjang. Sudah terlalu banyak teknologi impor mahal tak sesuai lokal. 

Solusi Anda mungkin sedang diriset dosen di kampus terdekat.
Sudah terlalu banyak teknologi impor yang mahal dan tak sesuai kondisi lokal. Saatnya industri membuka mata: solusi atas masalah Anda mungkin sedang diriset oleh dosen di kampus terdekat.

Lokomotif Bangsa

Saya ingin mengajak kolega dosen di seluruh Indonesia. Mari lihat ke luar jendela. Ada petani gagal panen karena hama, nelayan dengan teknologi usang, UMKM gulung tikar, anak-anak pelosok putus sekolah. Semua ini undangan membuktikan ilmu kita berarti. Pemerintah, industri, masyarakat menanti kontribusi nyata. Jangan jadi penonton. Saatnya mencabut diri dari menara gading, turun ke tanah, bergelut dengan realitas. Karena kemajuan bangsa diukur dari seberapa dalam kita membumi memecahkan masalah.

Mari tanya: untuk siapa riset ini? Untuk angka kredit, atau ibu-ibu antre beras murah? Untuk sertifikasi, atau petani yang tanamannya puso? Untuk gelar profesor, atau anak-anak di perbatasan yang putus asa?

Jika masih ragu, lebih baik tutup buku riset selamanya. Tapi jika berani menjawab "UNTUK MEREKA", maka percayalah, dari ruang kerja sunyi, laboratorium sederhana, solusi bagi negeri ini akan lahir. Dosen, panggilanmu adalah peradaban. Jawablah! (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved