Berita Wonosobo
Glamping ala Rumah Eskimo Kutub Utara Kini Hadir di Wonosobo
Menikmati udara dingin pegunungan khas Wonosobo kini bisa dirasakan di Damar Valley Glamping.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: raka f pujangga
Selain area penginapan, Damar Valley Glamping juga memiliki kawasan lapang terbuka yang langsung menghadap panorama pegunungan dan hamparan alam Wonosobo.
Area lapang tersebut menjadi ruang favorit pengunjung untuk bersantai, menikmati udara pegunungan, hingga berkumpul bersama keluarga maupun teman saat malam hari.
Di area tersebut, pengunjung dapat menikmati suasana alam terbuka dengan hamparan rumput hijau dan lanskap pegunungan yang terlihat jelas saat cuaca cerah.
Suasana semakin menarik ketika sore menjelang malam, karena pengunjung bisa menyaksikan perubahan panorama dari langit senja menuju gemerlap city light di kejauhan.
Dari kawasan glamping ini, wisatawan dapat melihat Gunung Kembang, Sindoro, dan Sumbing.
Pada malam hari, pemandangan berubah menjadi hamparan city light yang membentang dari kejauhan.
Bahkan ketika cuaca sangat cerah, sejumlah titik pegunungan lain juga terlihat dari area glamping, mulai dari Waduk Wadaslintang hingga Gunung Slamet.
Damar Valley Glamping menyediakan total 26 kamar yang terdiri dari tipe standar, superior, deluxe, junior suite, hingga suite.
Untuk tipe standar, fasilitas yang tersedia berupa kamar berukuran sekitar tiga meter, kipas angin, kopi dan teh, serta sarapan untuk dua orang.
Sementara tipe di atasnya sudah dilengkapi televisi, AC, dan kamar mandi privat.
“Iya, untuk semua unitnya kita difasilitasi dengan water heater,” ujar Khayah.
Pengelola juga memanfaatkan teknologi solar cell untuk sistem pemanas air di beberapa unit kamar.
Energi panas matahari dipusatkan lalu dialirkan ke masing-masing kamar.
Pengunjung dapat menikmati pengalaman glamping dengan tarif mulai Rp400 ribu per malam yang sudah termasuk sarapan untuk dua orang.
Selain penginapan, Damar Valley Glamping juga menyediakan sejumlah fasilitas tambahan seperti kebun stroberi, tanaman endemik sayuran, hingga area hijau dengan berbagai vegetasi khas pegunungan.
Baca juga: Rekomendasi Glamping di Guci Tegal, Harga Mulai Rp 350 Ribu
Pengunjung juga dapat menyewa sepeda listrik dan bemo listrik untuk berkeliling kawasan wisata.
Tempat wisata ini beroperasi selama 24 jam termasuk pada hari libur dan tanggal merah.
Mayoritas pengunjung yang datang sejauh ini berasal dari luar kota seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya yang mencari suasana tenang di kawasan pegunungan Wonosobo. (ima)
| Hari Kebangkitan Nasional, Bupati Wonosobo Tekankan Adaptasi dan Pelayanan Publik Inklusif |
|
|---|
| Penghijauan Jalur Baru Jalisu Wonosobo, Tanam 200 Bibit Pohon Damar |
|
|---|
| Imigrasi Wonosobo Mulai Siapkan Pola Pelayanan Khusus Paspor Haji 2027 |
|
|---|
| Ngaku Cuma Untung Rp 50 Ribu, Muncikari yang Beroperasi Lewat Michat Ditangkap di Wonosobo |
|
|---|
| 24 KDKMP Wonosobo Selesai Dibangun, Bupati Afif Dorong Segera Operasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260520_Damar-Valley-Glamping-di-Wonosobo_1.jpg)