Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Bupati Kudus Minta Kades dan Lurah Dukung Sensus Ekonomi Demi Hasilkan Data Riil

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta kepada Kepala Desa maupun Lurah untuk ikut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/RIFKY GOZALI
SENSUS EKONOMI - Kepala Desa, Lurah, dan kepala OPD dalam program Satu Data Satu Kata: Literasi Statistik dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026” di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (24/11/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meminta kepada setiap Kepala Desa maupun Lurah untuk ikut serta menyukseskan jalannya sensus ekonomi yang akan berlangsung pada 2026.

Baginya, keberadaan data ekonomi yang lengkap bisa menjadi acuan untuk menentukan arah kebijakan dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Mohon kepada Lurah, Kepala Desa untuk ikut menyukseskan sensus ekonomi agar data sesuai kondisi riil di lapangan,” kata Sam’ani dalam program Satu Data Satu Kata sekaligus sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Kudus, Senin (24/11/2025).

Baca juga: Sinergi Kemenham RI dan DPR RI Sosialisasikan P5HAM di Kudus

Bagi Sam’ani, data bukan sekadar angka, melainkan harus bisa diterjemahkan untuk tindaklanjut data tersebut. 

Artinya, ketika terdapat data kemiskinan, harus ada indikator yang bisa ditindaklanjuti melalui kebijakan dalam rangka intervensi pengentasan kemiskinan.

“Data yang riil sesuai kondisi di lapangan, itu sangat penting bagi kami untuk menentukan kebijakan,” kata Sam’ani.

Sam’ani membeberkan, Kabupaten Kudus merupakan wilayah dengan industri sebagai tonggak utama pertumbuhan ekonomi.

Di daerah yang acap disebut sebagai Kota Kretek ini porsi industri pengolahan dalam pertumbuhan ekonomi mencapai 70,2 persen.

Sedangkan untuk sektor lainnya misalnya pertanian hanya sekira 2,5 persen dan perdagangan mencapai 5,3 persen. Sisanya ditopang oleh sektor-sektor yang lain misalnya UMKM.

Pola penopang pertumbuhan ekonomi bisa saja berubah. 

Sebab, pada saat ini terdapat beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penggerak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap tenaga kerja. 

Baca juga: Pemkab Kudus Luncurkan Aplikasi Kudus Sehat: Semua Informasi Tentang Kudus Ada di Dalamnya

Selain itu, di dalamnya juga terdapat pasokan bahan baku yang bisa saja diambil tidak dari luar daerah. 

Untuk itu, kata Sam’ani, hal ini perlu diketahui datanya.

“Dengan adanya SPPG dan koperasi desa perlu diketahui dampak ekonominya seperti apa, maka kami minta kepada kepala desa untuk ikut mendukung sensus ekonomi yang akan berlangsung tahun depan,” katanya.

Kudus sebagai kabupaten terkecil di Jawa Tengah, menurut Sam’ani, geliat ekonominya cukup signifikan di tataran provinsi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved