Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

120 Lansia di Kudus Diwisuda, Bukti Purna Sekolah 3 Bulan

120 lansia menjalani wisuda sekolah lansia di Pendopo Kudus, Rabu (3/12/2025), seusai tiga bulan mengikuti program tersebut.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
BERNYANYI - Para lansia peserta wisuda sekolah lansia bernyanyi bersama di Pendopo Kudus, Rabu (3/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – 120 lansia menjalani wisuda sekolah lansia di Pendopo Kudus, Rabu (3/12/2025).

Wisuda tersebut menjadi penanda bahwa mereka telah purna mengikuti program sekolah lansia selama tiga bulan.

“Mereka mengikuti sekolah lansia sejak pekan pertama September 2025 sampai pekan terakhir November 2025,” kata Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno.

Baca juga: Seleksi PPIH Haji 2026 di Kudus Banjir Peminat, Ada 123 Pendaftar

120 lansia tersebut terdiri 30 lansia di Desa Payaman Kecamatan Mejobo, 30 lansia Desa Kutuk Kecamatan Undaan, 30 lansia Desa Lau Kecamatan Dawe, dan 30 lansia Desa Jati Wetan Kecamatan Jati. 

Dalam menjalani sekolah lansia, masing-masing mengikutinya di balai desa. Pertemuan diselenggarakan setiap sepekan sekali.

“Ini bagian dari program pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas hidup sehat bagi warga yang lanjut usia serta mewujudkan Kabupaten Kudus yang sehat, atau sejahtera harmoni dan takwa,” kata Putut.

Program ini menjadi langkah pemerintah agar para lansia tetap aktif, sehat, mandiri, dan berdaya melalui proses pembelajaran yang terstruktur yang dilaksanakan secara berkala.

Dengan ini diharapkan para lansia bisa menangkap materi yang diberikan para mentor dan mampu mempraktikkan demi meningkatkan kualitas hidup di usia yang tidak lagi muda.

Baca juga: Pemkab Kudus Gelontorkan Anggaran Kesejahteraan Guru Swasta Rp106,2 Miliar

“Kegiatannya semacam pembelajaran, tapi fokusnya yaitu upaya peningkatan kualitas fisik, mental, dan spiritual para lansia,” kata dia.

Tujuan dari adanya program sekolah lansia ini tidak muluk-muluk.

Yang terpenting bagi para lansia memiliki pengetahuan akan pentingnya perilaku hidup sehat.

Selain itu, para lansia juga diharapkan bisa tetap produktif dan mandiri.

“Dari sini para lansia akan tumbuh interaksi sosialnya dan semakin harmoni dalam keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Terus, kata Putut, yang tidak kalah penting dalam program ini yaitu terwujudnya lansia yang sehat, panjang umur, dan berdaya.

“Ke depan harapan kami terbentuk kelompok belajar untuk para lansia di masing-masing desa,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved