Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Bupati Kudus Bicara Pelayanan Prima Hingga Potensi Ekonomi: Populerkan Senyum Simpang Tujuh

Bupati Samani Intakoris semakin gencar menata birokrasi di Pemkab Kudus demi memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
BERBINCANG - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris (kiri) berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Ibnu Taufik Juwariyanto (kanan) di Pendopo Kudus, Selasa (16/12/2025). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemkab Kudus gencar menata birokrasi demi memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat.

Bagi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, satu di antara kunci pelayanan terhadap masyarakat yaitu birokrat harus ramah kepada setiap warga yang mengakses pelayanan.

“Makanya kami mempopulerkan senyum simpang tujuh,” kata Sam’ani saat menemui pimpinan Tribun Jateng di Pendopo Kudus, Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Malam Pergantian Tahun di Kudus, Pemkab Gelar CFN Libatkan PKL dan UMKM

Di hadapan General Manager Tribun Jateng Heru Budi Kuncara dan Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Ibnu Taufik Juwariyanto, Bupati Sam’ani menjelaskan bahwa ‘simpang tujuh’ yang menjadi atribusi dalam senyum yang dia populerkan bukan sekadar penanda lokasi Alun-alun di Kabupaten Kudus.

Senyum simpang tujuh ini, katanya, merupakan praktik yang harus dilakukan oleh setiap birokrat dengan menarik biri kanan dan kiri, melihatkan tujuh giginya dan ditahan selama tujuh detik.

Praktik ini dilakukan saat memberikan pelayanan kepada warga.

Dengan begitu, warga akan merasa nyaman sejak awal karena sudah disambut hangat dengan senyuman.

Senyum Simpang Tujuh sebagai pengingat bahwa setiap aparatur harus melayani dengan sopan, santun, dan sepenuh hati. Pastikan masyarakat merasa nyaman karena dilayani dengan baik,” kata Sam’ani.

Bagi Sam’ani, kunci keberhasilan pemerintah yakni pelayanan yang prima.

Oleh sebab itu, selama dia memimpin, dia ingin menjadikan pelayanan prima dan ramah sebagai tonggak awal dalam menjamu warga yang hendak berurusan dengan birokrasi.

Selain pelayanan, katanya, infrastruktur fisik daerah juga harus terpenuhi.

Artinya, sebagus apa pun visi kepempimpinan tanpa ditopang adanya infrastruktur fisik yang memadai, tentu hal ini akan membuat visi tersebut tersendat.

Apalagi Kabupaten Kudus yang selama ini tumbuh telah menjadi episentrum bagi daerah sekitarnya.

Baca juga: Duh, PAD Kudus 2025 Sektor Pasar Rakyat Masih Seret, Cuma Tercapai 56 Persen

70, Persen Pertumbuhan Ekonomi Ditopang Industri

Kabupaten dengan luas 425 kilometer persegi atau sebagai kabupaten terkecil di Jawa Tengah ini memiliki potensi industri pengolahan yang mampu menopang ekonomi daerah.

Di Kudus, industri paling masif yaitu infustri pengolahan tembakau atau produksi rokok kretek.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved