Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Infrastruktur Jadi Perhatian Khusus Pemerintah Kabupaten Kudus

Infrastruktur jadi salah satu perhatian khusus dalam kepemimpinan setahun Sam’ani Intakoris-Bellinda Putri Sabrina Birton dalam setahun.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
Istimewa/PEMKAB KUDUS
PERBAIKAN JALAN - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan wakilnya Bellinda Putri Sabrina Birton meninjau penambalan jalan berlubang di Jalan Agil Kusumadya, Selasa (20/1/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Infrastruktur menjadi salah satu perhatian khusus dalam kepemimpinan Sam’ani Intakoris dan Bellinda Putri Sabrina Birton dalam setahun kepemimpinannya.

Sebab, mereka sadar bahwa infrastruktur merupakan salah satu pelumas dalam pertumbuhan ekonomi.

Aksi responsif dalam perbaikan infrastruktur ini dilakukan oleh Pemkab Kudus pada awal 2026 pasca banjir melanda Kudus.

Saat itu terdapat beberapa ruas jalan kabupaten yang berlubang.

Baca juga: Puncak Tradisi Dandangan di Kudus, Suara Beduk ‘Dang’ Jadi Penanda Masuk Ramadan

BPK Periksa Keuangan Daerah Kabupaten Kudus

Dinas PUPR Kabupaten Kudus mencatat terdapat 3.570 titik lubang di jalan Kabupaten Kudus.

“Kami menambal jalan kabupaten, termasuk bekerja sama juga menambal jalan provinsi dan jalan nasional."

"Jalan kabupaten kami utamakan. Untuk provinsi dan nasional, kami koordinasi serta komunikasi dengan instansi terkait,” kata Sam’ani.

Perhatian atas perbaikan jalan tersebut merupakan bentuk perhatian yang simultan juga dilakukan terhadap infrastruktur lainnya.

Misalnya dengan mengucurkan bantuan keuangan desa yang diarahkan untuk pembangunan sarana prasarana lingkungan.  

Kemudian, Pemkab Kudus juga memperhatikan pembangunan jalan usaha tani, berikut irigasi yang diprioritaskan untuk menunjang produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan.

Tidak hanya infrastruktur jalan, dalam kepemimpinan Sam’ani-Bellinda juga menaruh perhatian atas lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Bahkan, untuk memantapkan dalam menjalankan program tersebut telah dibentuk Tim Saber Jalan dan Tim Saber LPJU.  

Tim saber tersebut, kata Sam’ani, siap untuk menindaklanjuti aduan masyarakat terkait jalan berlubang dan lampu jalan umum yang rusak.

Sam'ani menjelaskan, telah menerima banyak laporan masyarakat terkait lampu jalan yang tidak berfungsi melalui 'Wadul K1 dan K2'.

Aduan tersebut juga bisa dilakukan melalui kanal aplikasi Kudus Sehat yang bisa diunduh di Google Play Store.

Pihaknya menjelaskan, akan segera memperbaiki LPJU secara bertahap.

Terlebih, LPJU krusial untuk kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Kemudian untuk menunjang aktivitas masyarakat Kudus yang tinggal di lereng Gunung Muria, Sam’ani menggalakkan program pembukaan jalan baru yang menghubungkan antara Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog dengan Desa Ternadi dan Soco, Kecamatan Dawe.

Program ini ditargetkan akan selesai pada 2027.

Jalan yang menghubungkan antara dua kecamatan di lereng Gunung Muria tersebut nantinya diharapkan mampu mendongkrak perekonomian.

Beberapa kali Sam’ani telah meninjau langsung lokasi yang akan dibuka menjadi jalan penghubung tersebut.

Saat ini kondisi jalannya masih setapak. Belum bisa dilalui menggunakan kendaraan.

Rencananya membuka jalur baru di lereng Gunung Muria yang menghubungkan antara Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog dengan Desa Soco, Kecamatan Dawe ini diharapkan bisa menjadi akses alternatif evakuasi saat jalur utama terdampak longsor.

Sebab, beberapa kali pernah terjadi jalur menuju ke Desa Rahtawu tertutup karena timbunan longsor.

Desa ini berada di paling ujung utara Kabupaten Kudus. Lokasinya persis di lereng Gunung Muria.

Baca juga: Meneladani Sosok Waliyul Ilmi Sunan Kudus

Taj Yasin Tinjau Sumur Resapan di Kudus: Cegah Genangan

“Kalau kami proyeksinya menjadi akses alternatif evakuasi ketika jalur utama terdampak longsor."

"Sekaligus membuka peluang ekonomi, pariwisata, dan pendidikan bagi warga Rahtawu, Ternadi, dan Soco,” kata Sam’ani.

Jalur baru yang nantinya akan dibuka memiliki panjang 11 kilometer.

Saat ini sudah dibuka tahap awal yaitu sepanjang 450 meter. Rencana lebar jalan yaitu antara 4 sampai 5 meter.

“Ini masih tahap awal, mohon dukungannya,” kata Sam’ani.

Dengan dibukanya jalur baru, Sam’ani berharap seluruh warga ikut mendukung dan turut serta menjaga kelestarian lingkungan.

Jalan tersebut dibangun untuk mempermudah akses, tetapi hutan harus tetap dijaga.

“Jangan sampai terjadi penggundulan yang justru mengakibatkan bencana,” kata Sam’ani.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap.

Harapannya pada 2027 sudah bisa tersambung secara baik.

Baginya, dukungan masyarakat sangat penting dalam rencana ini.

Dia juga memastikan masyarakat siap dengan rencana tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved