Serapan KUR Tinggi, Kepala OJK Yakin Pertumbuhan Perbankan Semester Ini Meningkat
Indikator pertumbuhan tersebut terlihat dari meningkatnya daya beli masyarakat pada sektor riil dan properti.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jateng-DIY, Moch Ihsanuddin, memprediksi pertumbuhan perbankan di Jateng pada semester II 2017 ini akan lebih tinggi dibanding semester sebelumnya.
Indikator pertumbuhan tersebut terlihat dari meningkatnya daya beli masyarakat pada sektor riil dan properti.
Sehingga, dampaknya juga dirasakan oleh industri jasa keuangan.
"Pertumbuhan sektor finansial dengan sektor riil hubungannga erat sekali. Jika dilihat penjualan properti naik, artinya daya beli masyarakat meningkat sehingga sektor riil juga tumbuh," kata Ihsanuddin, kepada Tribun Jateng, Kamis (31/8/2017).
Baca: Kajari Minta Pemkab Semarang Tingkatkan Serapan Anggaran
Hanya saja, Ihsan tidak bisa memastikan pertumbuhan industri perbankan di semester II ini sampai berapa persen.
Yang jelas, pertumbuhan tersebut melebihi angka pencapaian pada semester I 2017 yang lalu.
"Pertumbuhan industri perbankan di Jateng pada semester I sampai 9 persen. Lebih tinggi dari pertumbuhan secara nasional yang rata-rata hanya 8 persen," ucapnya.
Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut sekaligus menempatkan Jateng termasuk lima besar provinsi yang pertumbuhan perbankannya tinggi.
Hal itu juga diikuti Bank Jateng, sebagai bank daerah, yang terus tumbuh hingga menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset terbesar kedua secara nasional setelah Bank Jawa Barat (BJB).
Lebih lanjut dikatakan, pertumbuhan perbankan di Jateng diantaranya didorong tingginya serapan kredit usaha rakyat (KUR). Serapan tersebut menjadi indikator tingginya pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai penerima KUR.
Baca: Pendaftaran CPNS Resmi Ditutup! Segini Jumlah Pendaftar
Data serapan KUR, dari anggaran Rp 106,6 triliun secara nasional selama 2017, Jateng tercatat sebagai daerah penyerap KUR terbesar. Jawa Tengah menduduki peringkat pertama penyerap KUR dengan pencapaian 18,57 persen.
"Meski Jawa Tengah ini menyerap KUR paling banyak, tapi di lapangan nyatanya masih banyak UMKM yang membutuhkan KUR untuk membantu permodalan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-ojk-kantor-regional-3-jateng-diy-moch-ihsanudin_20170816_204415.jpg)