Keanehan Pemuda yang Bunuh Ibu Kandungnya Berlanjut, Kini Berhari-hari Tak Mau Kencing
Dijelaskan Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandi Sitepu, petugas kesulitan memeriksa Agus karena pemuda tersebut hanya diam
Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
"Saya benar-benar tidak menyangka anak kandung saya tega melakukan hal tersebut, saat saya di panggil oleh Mutoleb. Saya melihat istri saya dihabisi anak kandung saya," katanya, Rabu (21/11/2018).
Diterangkannya, jenazah istrinya ditutup menggunakan seprai dan kasur, yang kemudian diseret dari dalam kamar.
"Tidak ada masalah sebelumnya, maka dari itu saya tidak menyangka anak saya tega melakukan hal tersebut. Memang dulu ia pernah masuk rumah sakit jiwa pada 2006, namun sudah keluar beberapa tahun lalu," ujarnya.
Diketahui Agus merupakan anak ke lima dari enam bersaudara, yang kesehariannya hanya di rumah dan bergaul dengan rekan sebaya layaknya remaja seperti biasanya.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Supardi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) menuturkan, Agus menghabisi sang ibu menggunakan dua parang.
"Kini pelaku sudah diamankan ke Polsek terdekat, dan kami tengah melakukan pemeriksaan. Kami belum bisa menentukan apakah pelaku bisa dijerat atas perbuatannya karena diduga pelaku mengidap gangguan jiwa," kata AKP Supardi.
Pihaknya akan mendatangkan ahli jiwa untuk memeriksa kejiwaan dari Agus, dan jenazah kini dibawa ke RSUD Bendan Kota Pekalongan.
"Nanti setelah pemeriksaan selesai baru bisa diputuskan apakah pelaku bisa jerat pasal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," imbuhnya.
Korban sendiri menderita luka sabetan senjata tajam di bagian pelipis dan leher bagian kiri.

(*)