Stikes Telogorejo

Kenali Delirium: Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya

Delirium merupakan kondisi yang cukup umum ditemui, khususnya pada penderita usia lanjut yang dirawat di rumah sakit.

Kenali Delirium: Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya
IST
ilustrasi delirium 

Oleh Arlies Zenitha Victoria

Dosen STIKES Telogorejo Semarang

Delirium. Tidak banyak orang mengenal istilah tersebut, namun kondisi ini sangat rentan terjadi pada setiap pasien yang dirawat inap di Rumah Sakit.

Delirium merupakan kondisi yang cukup umum ditemui, khususnya pada penderita usia lanjut yang dirawat di rumah sakit.

Delirium adalah keadaan yang yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, dimana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih.Prevalensi kejadian delirium saat ini berada di kisaran 23% untuk pasien rawat inap.

Faktor resiko penyebab delirium pada pasien rawat inap digolongkan dalam 2 jenis, yaitu faktor pendukung dan faktor pencetus

Faktor pendukung yang menyebabkan delirium biasanya disebabkan karena adanya gangguan otak organik, seperti demensia (pikun), stroke, penyakit parkinson, usia lanjut, gangguan sensorik, dan gangguan multipel.

Sementara itu, faktor pencetus delirium yang sering ditemui antara lain penggunaan obat lebih, infeksi, kurang cairan, keterbatasann gerak atau aktivitas, malnutrisi, dan pemakaian selang urine.

Delirium dapat diawali dengan berbagai gejala, dan kasus yang ringan mungkin sulit untuk dikenali.

Tingkah laku seseorang yang mengalami delirium bervariasi, tetapi kira-kira sama seperti orang yang sedang mengalami mabuk berat.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved