Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Orangtua Wajib Tahu, 7 Cara Agar Anak Pemalu Bisa Lebih Percaya Diri

Psikolog pengembangan dari Children's National Health System, Michael Mintz menjelaskan cara agar anak tak jadi pemalu dan lebih Percaya Diri

Editor: m nur huda
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi anak pemalu atau kurang percaya diri 

Ingatlah, anak-anak yang pemalu seringkali lebih mahir dalam menjalankan hubungan satu lawan satu, daripada bersama kelompok.

"Setiap anak setidaknya bisa berteman dengan satu orang anak untuk berbagi hal-hal yang disukainya. Misalnya, memasak, berkebun, atau aktivitas kreatif lainnya," ujar Mintz.

Menemukan sesuatu yang benar-benar menarik perhatian anakmu juga merupakan sesuatu yang penting.

Anak bisa saja lebih suka bergabung dengan aktivitas yang hening, seperti klub buku anak. Namun, menemukan teman bagi mereka adalah hal penting.

5. Mengajari anak mengenalkan diri

Healy juga menyarankan agar orangtua sesekali bermain 'roleplay' bersama anak-anak untuk membuat mereka nyaman, ketika mereka bersama anak-anak lainnya.

Selain mencari teman dengan berbagi kesenangan bersama, penting agar anak dilatih mengenalkan dirinya pada orang lain, dan bermain 'roleplay' bagaimana melakukan hal itu.

Seringkali anak-anak bisa menemukan orang-orang yang ingin dikenalnya, namun merasa tidak mempunyai bahasa yang tepat untuk memperkenalkan diri.

6. Membawa camilan

Membawa snack atau camilan juga bisa membantu anak berinteraksi dengan anak lain.

Caranya adalah dengan berbagi camilan dengan anak-anak di sekitarnya atau di dalam kelas.

Anak-anak yang diberi camilan biasanya akan otomatis tersenyum, berterimakasih, dan ingin berinteraksi dengannya.

7. Tidak memaksa anak terlalu keras

Ketika memfasilitasi anak untuk berinteraksi dengan orang lain, Mintz menyarankan untuk tidak terlalu keras memaksa mereka.

Alih-alih melakukan pemaksaan, berikan mereka pujian ketika mereka melakukan interaksi yang positif.

Peraturan pentingnya adalah, jangan memaksa anak berinteraksi dengan anak lain yang membuatnya tidak nyaman.

Pemaksaan itu akan membuat anak merasakan trauma.

Anak-anak usia pra-sekolah juga akan merasa tidak nyaman berbicara dengan orang dewasa yang tidak dikenal, sehingga kita harus menghindari memaksa mereka untuk melakukannya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved