Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Malam Takbiran Iduladha di Kadilangu Demak, Warga Rebutan Nasi Ancak

Rebutan nasi ancak, atau yang disebut ancaan sudah menjadi tradisi warga Demak tiap tahunnya di setiap malam menjelang Iduladha.

Tayang:
Penulis: Moch Saifudin | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Ribuan warga memperebutkan nasi ancak di Halaman Gedung Pangeran Wijil V, Kadilangu, Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Suparmin (55) merupakan salah satu dari seribuan orang yang memperebutkan nasi ancak.

Rebutan nasi ancak, atau yang disebut ancaan sudah menjadi tradisi warga Demak tiap tahunnya di setiap malam menjelang Iduladha.

Ribuan warga diperkenankan memperebutkan nasi ancak di halaman Gedung Pangeran Wijil V, Kecamatan Kadilangu Kabupaten Demak, setelah kentong dipukul oleh ahli waris Kadilangu.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak Suparmin sembari menggenggam nasi ancak dan kayu ancak atau bambu, Sabtu (10/8/2019).

Megawati Marah Beberapa Kadernya Pergi ke Pantai saat Kongres Berlangsung: Mulutku Belum Nutup

Suparmin histeris berteriak sambil mengangkat tangan yang terdapat genggaman nasi dan bambu di tangannya.

Nasi tersebut, sebelumnya didoakan dan dibacakan tahlil serta membaca takbir bersama, masuknya Idul Adha telah tiba.

Sekitar 5000 nasi ancak tersebut dijaga oleh Pagar Nusa Laskar Raden Sahid sebelum diserbu oleh warga.

Suparmin merupakan warga Demak mengatakan, ikut berebut nasi ancak agar mendapat keberkahan.

"Keberkahan berupa keselamatan dan baik untuk rezeki," jelasnya.

Kunjungi Jemaah Haji di Makkah, Bupati Sragen Ingatkan Tetap Rayakan HUT ke-74 RI

Ia mengaku akan membawa pulang nasi yang ia genggam, untuk dijemur.

Kemudian dengan adanya nasi yang ia percaya luberan atau lebihan berkah dari Sunan Kalijaga tersebut mampu mendatangkan keselamatan dan rezeki baginya.

Sementara cucu Sunan Kadilangu, Raden Edi Mursalin menjelaskan, tradisi ancaan bertujuan memberikan sedekah kepada zahirin atau peziarah yang akan berziarah ke Makam Sunan Kalijaga.

Selain itu, bagi ahli waris Sunan Kalijaga, tradisi ancaan sudah menjadi naluri yang terus dilanjutkan hingga saat ini.

"Kami meneruskan tradisi ancaan sebagai bentuk syukur rezeki yang telah diberikan Tuhan melalui keluarga Eyang Sunan Kalijaga, dan sudah semestinya kembali lagi ke masyarakat," jelasnya.

SPG di Bali Mengaku Tak Puas di Ranjang, Sang Selingkuhan Marah Lalu Membunuhnya

Selain itu, tradisi ancaan merupakan serangkaian acara penjamasan, yang menjadi puncak acara grebek besar bagi masyarakat Demak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved